KabarBaik.co, Sidoarjo – Meski telah memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Jawa Timur masih kerap diguyur hujan disertai angin dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca yang tak biasa ini membuat masyarakat merasa musim kemarau tahun ini berbeda dibanding biasanya.
Yang seharusnya cuaca cerah dan hangat mendominasi sepanjang hari, kini langit mendung hingga hujan masih sering muncul di berbagai daerah. Bahkan di beberapa wilayah, hujan turun hampir setiap hari dengan intensitas beragam.
Fenomena tersebut membuat suasana di Jawa Timur terasa seperti mengalami ’kemarau basah’. Aktivitas warga pun ikut terdampak lantaran cuaca dapat berubah secara mendadak dalam waktu singkat.
Prakirawan BMKG Juanda Bhilda Maulida menjelaskan, hujan yang masih sering terjadi di Jawa Timur dipengaruhi adanya pola belokan angin atau shearline.
“Untuk hujan yang masih sering terjadi di Jawa Timur beberapa hari terakhir disebabkan karena adanya pola belokan angin atau yang kami sebut shearline. Selain itu kondisi kelembaban udara di atmosfer lapisan bawah dan lapisan menengah juga masih cukup lembab sehingga masih mendukung pembentukan awan hujan,” jelasnya pada KabarBaik.co, Kamis (28/5).
Menurutnya, kondisi atmosfer yang masih lembab membuat peluang terbentuknya awan hujan di Jawa Timur masih cukup tinggi meski saat ini sudah memasuki musim kemarau.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dipengaruhi faktor-faktor lokal. Warga diminta mulai melakukan mitigasi terhadap risiko musim kemarau di masing-masing wilayah.
Selain potensi hujan dan angin, masyarakat juga diminta mewaspadai dampak musim kemarau lainnya seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga penurunan kualitas udara di kawasan perkotaan dan daerah rawan karhutla.
BMKG turut mengingatkan adanya suhu panas yang terasa lebih tinggi pada siang hari. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik.(*)







