KabarBaik.co, Sidoarjo – Suasana santai nongkrong sambil ngopi di sebuah warung kopi di kawasan Buduran, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi tragedi memilukan.
Seorang remaja perempuan bernama Wildan Niswatun Nadila, 18, meninggal dunia usai diduga tersengat aliran listrik saat duduk di kursi besi di lantai dua Warkop Bintang, Jalan Raya Pagerwojo, Desa Pagerwojo, Buduran, Selasa (19/5) Sore.
Korban diketahui datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB bersama dua rekannya, yakni Mi’raj Fahri Abdillah dan Raditya Dharma Negarajaya untuk nongkrong dan ngopi bersama. Saat itu korban duduk di kursi berbahan besi dengan posisi kedua kaki berada di atas kursi.
Kapolsek Buduran, Subadri, menjelaskan bahwa kemarin ada remaja tersengat listrik di warkop sekitar pukul 14.00 WIB korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang saat berada di kursi tersebut. Kedua rekannya yang berusaha memberikan pertolongan dengan memegang tangan korban justru ikut tersengat aliran listrik.
“Benar, kemarin ada remaja tersengat listrik saat ngopi beserta rekanya, saat remaja tersebut tersengat listrik Kedua saksi yang merupakan rekannya kemudian berusaha menyelamatkan korban dengan menarik celana jeans yang dikenakan korban hingga tubuhnya jatuh ke lantai. Setelah itu salah satu saksi turun meminta pertolongan penjaga warkop,” ujarnya pada KabarBaik.co, Rabu (20/5).
Penjaga warkop, Edi Prayogi, kemudian menghubungi ambulans untuk membawa korban ke IGD RS Delta Surya Sidoarjo. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter.
“Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan sementara ditemukan kabel listrik terkelupas yang terjepit di bawah kursi besi tempat korban duduk,” jelas Kompol Subadri.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa stop kontak, kabel listrik, dan sandal milik korban. Selain itu, saksi bernama Rochmad yang berprofesi sebagai teknisi listrik sempat melakukan pengecekan menggunakan tespen dan menemukan adanya aliran listrik aktif pada kabel yang rusak.
“Hasil pemeriksaan luar dokter forensik menunjukkan adanya dugaan titik masuk aliran listrik pada kaki kiri korban dan titik keluar pada tangan kiri. Pada tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” pungkas Subadri.
Pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat penolakan resmi di RS Delta Surya Sidoarjo. Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman terkait dugaan kelalaian instalasi listrik di lokasi kejadian. (*)





