KabarBaik.co, Blitar – Upaya menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mencegah potensi gangguan dari balon udara liar terus digencarkan. PT PLN (Persero) melalui UPT Madiun bersinergi dengan TNI dan Polri menggelar operasi gabungan di wilayah barat Kabupaten Blitar yang masuk zona merah penerbangan balon udara.
Kegiatan ini melibatkan tim HSSE PLN UPT Madiun bersama ULTG Kediri, serta didukung jajaran Polsek Srengat, Polsek Ponggok, dan Polsek Sanankulon.
Operasi dimulai sejak pukul 05.00 WIB hingga 10.00 WIB dengan menyisir jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV Tulungagung–Trenggalek, khususnya di bentang tower T.56–T.57 yang dikenal rawan aktivitas balon udara.
Dalam operasi tersebut, petugas fokus memastikan tidak ada balon udara yang berpotensi mengganggu jaringan transmisi listrik. Balon udara liar, terutama yang dilengkapi petasan, dinilai berisiko tinggi memicu gangguan seperti flashover hingga trip jaringan yang dapat menyebabkan pemadaman listrik.
Selain penertiban, kegiatan ini juga
dimanfaatkan sebagai sarana edukasi langsung kepada masyarakat. Petugas memberikan pemahaman mengenai bahaya balon udara liar, baik terhadap keselamatan jiwa maupun terhadap infrastruktur kelistrikan.
Hasilnya, tim gabungan berhasil
mengamankan enam balon udara liar beserta petasan yang menyertainya. Barang bukti tersebut selanjutnya diserahkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Perwakilan Tim HSSE PLN UPT Madiun menyampaikan, operasi ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama menjelang dan selama periode Idul Fitri, ketika aktivitas penerbangan balon udara cenderung meningkat.
“Melalui sinergisitas bersama TNI dan Polri, kami berupaya menekan potensi gangguan pada jaringan transmisi akibat balon udara. Keselamatan masyarakat dan keandalan listrik menjadi prioritas utama,” ujarnya, Rabu (25/3).
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, turut mengingatkan masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara liar, terlebih yang dilengkapi bahan peledak.
Ia menegaskan, selain berpotensi mengganggu pasokan listrik, aktivitas tersebut juga dapat membahayakan keselamatan warga dan lingkungan sekitar.
“Mari bersama menjaga keselamatan dan keandalan listrik, khususnya di momen Ramadan dan Idul Fitri,” katanya.
PLN menambahkan, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Diharapkan, melalui operasi dan edukasi ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi gangguan akibat balon udara dapat diminimalisir.






