KabarBaik.co, Jember – Operasi Seacrh and Rescue (SAR) gabungan terhadap korban kecelakaan laut perahu nelayan di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Selasa (25/8) malam. Hingga operasi ditutup, dua orang nelayan dinyatakan masih belum ditemukan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa keputusan penutupan operasi SAR ini diambil setelah melalui proses evaluasi komprehensif bersama Basarnas dan seluruh unsur tim gabungan.
“Berdasarkan hasil koordinasi dan rekomendasi dari pihak Basarnas, operasi SAR secara resmi kami hentikan atau ditutup per Selasa sore. Tapi, kami tetap melakukan pemantauan ketat serta berkoordinasi dengan pihak keluarga korban dan potensi SAR setempat,” ujar Edy Budi Susilo saat dikonfirmasi, Rabu (26/8).
Edy menjelaskan, musibah laka laut ini bermula pada Rabu (19/8) lalu sekitar pukul 02.00 WIB, ketika perahu nelayan yang mengangkut lima orang ABK dihantam ombak besar di perairan Pantai Paseban.
Dari total lima orang korban dalam insiden tersebut, satu orang dinyatakan selamat atas nama Samino, 65 tahun warga Desa Puger Wetan. Sementara itu, dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada waktu terpisah, yakni Sahwiyanto, 46 yang ditemukan pada hari kejadian serta Moh. Sholihin, 34 tahu yang berhasil dievakuasi Tim SAR pada Minggu (23/8) siang.
“Sampai hari ketujuh ini, dua korban lainnya atas nama Mujai 58 tahun dan Samsul, 45 tahun keduanya warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, masih dalam proses pencarian dan belum ditemukan,” jelasnya.
Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR Gabungan membagi regu menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit). SRU 1 melakukan penyisiran visual di atas permukaan laut menggunakan perahu jukung nelayan, sedangkan SRU 2 menyisir sepanjang bibir Pantai Paseban sejauh 3 kilometer. Namun, tingginya gelombang laut menjadi kendala utama di lapangan.
“Tinggi ombak di Pantai Paseban mencapai kurang lebih 4 meter, sehingga sangat berisiko bagi tim pencari. Demi keselamatan personel dan mempertimbangkan prosedur operasional standar (SOP) pencarian 7 hari, maka operasi SAR gabungan diselesaikan pada pukul 16.30 WIB,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, BPBD Kabupaten Jember juga telah mendistribusikan bantuan logistik berupa paket sembako kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
Edy mengimbau kepada seluruh masyarakat, nelayan, maupun potensi SAR di wilayah pesisir selatan untuk segera memberikan laporan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban.
“Kami memohon bantuan dari masyarakat coastal dan para nelayan. Jika di kemudian hari menemukan keberadaan korban, agar segera melaporkannya ke posko BPBD Jember atau pihak Basarnas,” pungkasnya.(*)








