11 Hari Pascagempa, Akhirnya Presiden Prabowo Bertolak ke NTT

oleh -143 Dilihat
Presiden Prabowo Subianto saat kegiatan di Bali.
Presiden Prabowo Subianto saat kegiatan di Bali. (Foto: Ist/ANTARA)

KabarBaik.co, Bali – Presiden Prabowo Subianto akhirnya bertolak dari Bali menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8) pagi. Presiden dijadwalkan meninjau langsung kondisi masyarakat dan pengungsi sekaligus melihat penanganan dampak gempa bumi di sejumlah wilayah di Pulau Flores.

Kepastian itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Dikutip dari ANTARA, Mensesneg mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,” kata Mensesneg Prasetyo.

Pras, sapaan akrab Prasetyo, mengatakan Presiden Prabowo sejak hari pertama bencana telah memerintahkan agar bantuan segera disalurkan secara cepat, terarah, dan merata ke seluruh wilayah terdampak.

Berdasarkan data pemerintah, sejak 15 Agustus hingga 24 Agustus 2026, sebanyak 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral telah disalurkan ke daerah terdampak gempa di Pulau Flores.

Selain bantuan logistik, pemerintah juga mengirimkan obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua rumah sakit lapangan untuk memperkuat penanganan korban.

“Dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana. KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang difungsikan sebagai RS lapangan, sementara RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Pras.

Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasikan. Salah satunya berada di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang difokuskan untuk pelayanan operatif.

Hingga kini, sebanyak 29 tindakan operasi telah dilakukan secara kumulatif di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, rumah sakit lapangan di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, difungsikan untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat, tindakan operasi, serta perawatan korban gempa.

Pras menegaskan, penanganan gempa di NTT tidak akan berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah akan melanjutkan upaya pemulihan secara bertahap.

“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Pras.

Menurut dia, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus bekerja untuk memastikan masyarakat NTT yang terdampak bencana mendapatkan pendampingan hingga proses pemulihan berjalan.

Pras juga memastikan pemerintah akan terus hadir agar warga terdampak tidak menghadapi dampak bencana tersebut sendirian.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.