Optimalkan Pengolahan Sampah, DLHK Sidoarjo Petakan 209 TPS3R

oleh -132 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 03 at 3.46.25 PM
Bupati Sidoarjo saat melakukan sidak di TPS3R Sedati gede (Dok Kominfo Sidoarjo)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Upaya optimalisasi pengolahan sampah di Kabupaten Sidoarjo terus dipercepat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat kini memetakan sebanyak 209 Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai langkah strategis memperkuat sistem pengelolaan berbasis masyarakat.

Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono, mengatakan pemetaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi riil TPS3R di lapangan, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak beroperasi. Langkah ini dinilai penting agar kebijakan yang diambil ke depan lebih tepat sasaran.

“Kami ada 200 lebih yang kami petakan dengan teman-teman ini,” ujar Arif Mulyono kepada KabarBaik.co, Senin (4/5).

Ia menjelaskan, dari total 209 TPS3R tersebut nantinya akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat kinerja. Mulai dari kategori sangat baik, sedang, hingga kurang, sehingga dapat diketahui kebutuhan masing-masing titik pengelolaan sampah.

“Kami sedang mendata TPS3R kami 209 itu mana yang aktif dan tidak aktif. Terus yang kategori aktif itu masuk klaster yang mana? Kategori sangat baik, kategori sedang atau kurang,” jelasnya.

Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program lanjutan, termasuk pengajuan anggaran untuk peningkatan fasilitas pendukung. DLHK telah merancang usulan pengadaan sarana seperti hanggar, mesin pemilah, hingga conveyor pengangkut sampah.

“2027 kami usulkan anggaran untuk yang butuh hanggar, butuh mesin pemilah, butuh conveyor untuk ngangkut, itu kami usulkan di APBD 2027 nantinya,” terang Arif.

Sementara itu, TPS3R yang tidak aktif tidak akan langsung ditutup. DLHK justru mendorong reaktivasi dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) baru melalui penunjukan dari pemerintah desa agar operasional bisa kembali berjalan.

“Kalau tidak aktif itu berarti harus ada pengaktifan, berarti kan harus ada KSM baru. KSM baru yang ditunjuk oleh desa. Kalau ditunjuk oleh desa, baru bisa operasional,” tegasnya.

Meski begitu, proses pemetaan saat ini masih berlangsung dan belum sepenuhnya final. DLHK akan melakukan verifikasi lapangan secara bertahap untuk memastikan data yang diperoleh benar-benar valid.

“Ini kan masih berproses ya, masih proses pendataan,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengecek langsung TPS3R yang datanya belum valid agar hasil pemetaan dapat dijadikan pijakan kuat dalam pengambilan kebijakan pengelolaan sampah di Sidoarjo.

“Kemarin saya sempat sampaikan presentasi juga berapa yang valid, kalau yang gak valid ya nanti kita tetap harus berproses satu-satu kita datangi,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.