Otak Perampokan Minimarket New Mart Ngadiluwih Ditembak

oleh -68 Dilihat
IMG 20240907 WA0003
Pelaku saat digiring mapolres kediri. (Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Wildan Aprilino Islach, 29 tahun, pelaku perampokan minimarket terpaksa ditembak setelah dilakukan penangkapan pada Jumat (6/9) dini hari.

Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto mengatakan pelaku melakukan perampokan di minimarket New Mart Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih pada Jumat (30/8) dini hari lalu.

“Dari laporan kejadian tersebut kami langsung melakukan penyelidikan dan membentuk tim khusus untuk mengungkap pelakunya,” kata Bimo, Sabtu (7/9).

Bimo menuturkan, tim gabungan itu terdiri dari Satreskrim Polres Kediri, Sat Intelkam Polres Kediri, Satreskrim Polres Kediri Kota, Unit Reskrim Polsek Ngadiluwih dan dibackup oleh Satreskrim Polres Tulungagung.

Tim gabungan melakukan serangkaian penyelidikan kurang lebih satu minggu.

“Mulai memintai keterangan saksi-saksi dan rekaman kamera CCTV. Kenapa kita membentuk tim gabungan karena di hari yang sama juga ada kejadian perampokan di wilayah Kota Kediri,” tutur Bimo.

Dari penyelidikan itu petugas berhasil mengamankan Wildan Aprilino Islach, warga Dusun Gondang, Desa Purworejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri di rumahnya.

Petugas terpaksa menghadiahi timah panas pada Wildan.

“Ya, melihat aksi pelaku melakukan aksinya itu membawa senjata tajam dan pistol air softgun akhirnya diberikan tindakan terukur,” terangnya.

Pelaku ini ternyata terlibat dalam perampokan minimarket New Mart di Kecamatan Ngadiluwih dan Jalan Raung Mojoroto Kota Kediri pada Minggu lalu.

Kapolres Kediri menjelaskan bahwa Wildan sebelumnya menjalankan usaha frozen food namun mengalami kebangkrutan dan menghadapi kesulitan ekonomi yang mendalam.

Pelaku juga diketahui memiliki utang mencapai Rp 32 juta di berbagai platform paylater seperti Shopee, Tokopedia, dan pinjaman online lainnya. Untuk menutupi utangnya, Wildan merencanakan aksi perampokan minimarket bersama temannya, Tri warga Lirboyo, Kota Kediri yang saat ini juga berada di Mapolres Kediri Kota.

“Jadi ada dua pelaku. Satunya diamankan di Polres Kediri Kota. Uang hasil rampokan sebesar Rp 70 juta dibagi dua dan digunakan untuk membayar utang dan membeli alat tabung nitrogen,” jelasnya.

Bimo mengungkapkan, otak yang merencanakan perampokan ini adalah Wildan. Wildan bersama temannya itu memakai kendaraan mobil Panther. Dalam perencanaan, mereka membeli pistol mainan dari Shopee dan merencanakan perampokan minimarket yang sedang tutup.

“Wildan ini yang menginisiasi atau otak dari perampokan. Dia merencanakan dan melaksanakan aksinya,” ungkap Bimo.

Bimo juga mengungkapkan setelah perampokan ini, mereka berencana merampok mesin ATM di Kecamatan Ngasem.

Wildan sendiri tercatat sebagai residivis dengan catatan pidana tahun 2019 terkait percobaan perusakan brankas mesin ATM di Pare dan telah menjalani hukuman 5 bulan.

“Wildan kini dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” jelasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.