Pakar Gizi Soroti Pentingnya Protein Tanpa Gula untuk Pertumbuhan Anak

oleh -202 Dilihat
IMG 20251114 WA0007
Anak-anak membutuhkan asupan protein berkualitas yang cukup sebagai fondasi pertumbuhan.

KabarBaik.co – Kecemasan para orang tua terhadap kualitas pertumbuhan anak kembali mengemuka seiring semakin beragamnya produk nutrisi yang beredar di pasaran. Di tengah maraknya promosi dan klaim keunggulan, pakar nutrisi mengingatkan bahwa kebutuhan dasar anak usia dini tetap bertumpu pada pemenuhan protein berkualitas serta pembatasan konsumsi gula tambahan.

Banyak orang tua yang memiliki anak usia 1–3 tahun masih menghadapi tantangan dalam memastikan kecukupan protein tanpa risiko kelebihan gula. Menjawab kebutuhan tersebut, Otsuka Indonesia—perusahaan farmasi asal Jepang yang telah lebih dari 50 tahun berkiprah di Indonesia—memperkenalkan inovasi terbarunya, PROTERAL Junior, susu pertumbuhan dengan Protein Energy Ratio (PER) 15% dan bebas sukrosa, sesuai rekomendasi pakar gizi dan standar kesehatan global.

Pakar Nutrisi Metabolik, Prof. Dr. Dida Akhmad Gurnida, dr., Sp.A(K), M.Kes, menegaskan bahwa orang tua perlu memahami kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak, bukan hanya terpaku pada pilihan merek.

“Anak-anak membutuhkan asupan protein berkualitas yang cukup sebagai fondasi pertumbuhan. Sumber protein tanpa tambahan gula jauh lebih aman dan lebih baik mendukung perkembangan tubuh secara optimal,” ujar Prof. Dida, Jumat (14/11).

Ia menjelaskan bahwa gula tambahan pada nutrisi anak dapat meningkatkan kalori tanpa manfaat gizi. Sebaliknya, protein berkualitas berperan sebagai building block penting bagi tumbuh kembang anak. Protein berkontribusi pada:

Pertumbuhan fisik: membentuk otot, tulang, dan organ tubuh.

Perkembangan kognitif: menyediakan asam amino untuk pembentukan sel otak dan neurotransmitter.

Daya tahan tubuh: mendukung produksi antibodi untuk melawan infeksi.

Dengan PER 15 persen seperti yang terdapat pada PROTERAL Junior, kata Prof. Dida, setiap kalori yang dikonsumsi anak dapat memberikan kontribusi optimal terhadap kecukupan protein hariannya.

Lembaga kesehatan global seperti WHO juga menekankan risiko konsumsi gula berlebih pada anak usia dini, mulai dari obesitas, resistensi insulin yang dapat memicu diabetes, hingga kerusakan gigi sejak usia muda.

Melihat kondisi tersebut, Direktur PT Otsuka Indonesia, Hiroshi Tanaka, menegaskan komitmen perusahaan untuk menghadirkan produk bebas sukrosa.

“Kami berpegang pada prinsip untuk tidak menambahkan sukrosa pada PROTERAL Junior, sejalan dengan rekomendasi WHO dan para pakar gizi,” ujarnya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah, Dr. Istirochah, S.SiT, Bd, M.Kes, menyambut baik hadirnya produk dengan komposisi yang terukur dan praktis.

“PROTERAL Junior menawarkan kemasan sachet sehingga makro dan mikronutriennya terukur di setiap gelas. Ini memudahkan orang tua,” tuturnya.

Selain memiliki PER 15 persen dan bebas sukrosa, PROTERAL Junior juga diperkaya Omega 3 & 6, DHA, EPA, ARA untuk mendukung perkembangan otak dan saraf. Kandungan vitamin dan zinc membantu memperkuat imunitas, sementara prebiotik Inulin dan GOS mendukung kesehatan pencernaan. Formula rendah laktosa juga membuatnya lebih nyaman dikonsumsi anak yang sensitif.

Peluncuran PROTERAL Junior menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Otsuka Indonesia dalam menyediakan solusi kesehatan berbasis riset sejak usia dini. Produk ini diharapkan dapat membantu orang tua dan tenaga kesehatan memastikan kualitas nutrisi terbaik bagi anak di masa pertumbuhan emas mereka.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.