Pawang Naga Bernardo Tavares Telah Tiba: Awal Era Baru Green Force Persebaya

oleh -438 Dilihat
TAVARES
Bernardo Tavares (Foto IG)

KabarBaik.co- Di tengah mendung yang menyelimuti Gelora Bung Tomo (GBT), ketika Green Force tergeletak letih, terperangkap dalam kabut hasil naik-turun dan seolah kehilangan arah, sesosok dari negeri jauh melangkah masuk ke Surabaya: Bernardo Tavares.

Lelaki 45 tahun itu bukan pelatih biasa. Namun, seperti seorang ”pawang” naga yang telah meninggalkan jejak sejarah. Di Makassar, Tavares pernah menghadapi PSM, tim dengan potensi besar namun lama terjebak dalam siklus inkonsistensi. Dengan disiplin tinggi, struktur permainan yang rapi, dan keberanian mengambil keputusan tak populer, dia mengubah ”kekacauan” menjadi kekuatan.

Liga 1 2022/2023 menjadi saksi kebangkitannya. Tavares membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 2022/2023 dengan catatan hanya dua kekalahan dari total 34 pertandingan sepanjang musim, sebuah rekor yang menegaskan reputasinya sebagai pelatih dengan organisasi tim paling solid di kompetisi kasta tertinggi Negeri ini. 

Kini, setelah perpisahan yang dipicu persoalan non-teknis, langkah Tavares berbelok ke Kota Pahlawan. Dia mendapati Persebaya bukan tim yang kehilangan taji, melainkan naga besar yang sedang terbelenggu. Kuat, namun belum sepenuhnya terkendali.

Hingga laga ke-14 musim ini, Bajol Ijo berada di papan tengah klasemen dengan 19 poin hasil 4 kemenangan, 7 imbang, dan 3 kekalahan, mencetak 17 gol dan kebobolan 15 kali. Angka-angka itu menunjukkan satu hal. Yakni, potensi ada, tetapi arah belum sepenuhnya jelas.

Bagi seorang pawang, itu bukan alasan untuk tidak menerima tantangan baru kali ini. Apalagi mundur. Komitmen itupun ditegaskan langsung oleh Tavares.

“Surabaya, aku datang. Terima kasih atas profesionalisme manajemen Persebaya. Terima kasih atas kesabaran dan respek terhadap kondisi dan situasiku. Tapi sekarang aku bisa memastikan bahwa aku akan segera berada di Surabaya,” ujar Tavares. dikutip dari IG Ofisial Persebaya, Selasa (23/12).

Tavares datang membawa perangkat yang telah teruji di banyak medan: Portugal, Oman, India, hingga Indonesia. Formasi 3-5-2 bukan sekadar angka, melainkan bahasa kontrol. Transisi cepatnya memberi ruang bagi sayap untuk kembali mengembang, sementara disiplin ketatnya menjadi fondasi agar api menyerang tidak membakar diri sendiri.

Formasi itu juga digunakan Persebaya di “era emasbersama Rusdy Bahalwan dengan Jacksen F. Tiago sebagai salah satu pemain utamanya. Rasanya, ini bukan hanya kebetulan naratif, tetapi bagian dari semesta takdir. Formasi sang juara Liga Indonesia 199697, 

Namun keseriusan Persebaya tak hanya bertumpu pada satu sosok di pinggir lapangan. Di balik itu, ada Azrul Ananda, CEO Persebaya, yang selama ini menjaga api klub tetap menyala di tengah turbulensi sepak bola nasional. 

Aza, panggilan akrabnya, mendengar dan menyerap aspirasi. Terutama para suporter. Bonek. Dia menerjemahkannya menjadi visi. Klub yang mandiri, profesional, sehat secara bisnis, dan kuat secara identitas. Persebaya dibangun bukan untuk sekadar bertahan satu musim, tetapi untuk berdiri kokoh sebagai entitas modern yang siap menatap masa depan.

Takdir seolah merajut semuanya dengan rapi. Kedatangan Tavares terjadi di jalur menuju 100 tahun atau Satu Abad Persebaya pada 2027, sebuah tonggak historis. Di titik itu, ambisi juara sepertinya bukan lagi romantisme masa lalu, melainkan target realistis, dengan satu syarat: Kesabaran, konsistensi, dan kompetisi yang berjalan adil tanpa polah.

Para Bonek, penjaga setia sarang naga, kini mulai menyalakan obor harapan. Mereka paham, Tavares bukan juru selamat instan. Dia adalah pembangun ulang, yang bekerja pelan namun pasti, bertemu manajemen yang memahami proses, bukan sekadar hasil.

Dengan Tavares sebagai pawang dan Aza sebagai penjaga api, Green Force makin memiliki fondasi untuk kembali menguasai langit. Bukan dengan teriakan kosong, melainkan dengan struktur yang kokoh, mental baja, dan api yang menyala terkendali.

Surabaya, bersiaplah. Pawang naga itu telah tiba. Era baru Green Force  dimulai. Dan langit akan bergemuruh lagi. Kami haus kabar baik: Gol Kamu. Wani (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.