Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 3 di Pasuruan Dinilai Lamban, Proses Pengerukan Lahan Masih 40

oleh -130 Dilihat
IMG 20260306 WA0056

KabarBaik.co, Pasuruan – Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai berjalan di beberapa daerah. Program tersebut diharapkan bisa memperluas akses pendidikan berkualitas bagi keluarga miskin khususnya yang berada di desil 1 dan 2.

Di Kota Pasuruan direncanakan pembangunan SR Jatim 3. Hingga kini prosesnya masih terus berjalan dan telah berlangsung selama tiga bulan. Beberapa pihak menilai pengerjaan proyek tersebut berjalan lamban. Khususnya dalam pengerukan lahan yang dijadikan lokasi pembangunan gedung sekolah.

Teguh, salah seorang konsultan pengawasan proyek menyampaikan bahwa luas lahan yang dipersiapan untuk pembangunan SR Jatim 3 baru tersedia 40 persen. “Baru tercapai 40 persen lahan yang diuruk oleh pemenang proyek, padahal lahan cukup luas dan proyek terus berjalan,” kata Teguh, Jumat (6/3).

Teguh menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan masukan agar proses pengurukan ditingkatkan, mulai menambahkan tonase muatan hingga memperbanyak armada truk pengangkut tanah. “Karena masih kurang banyak. Nanti saya sampaikan pada pelaksana, agar truk diperbanyak dan muatan yang besar sehingga target pengurukan selesai,” jelasnya.

Teguh menegaskan bahwa proyek pembangunan gedung SR Jatim 3  harus selesai tepat waktu. Sekolah tersebut rencananya mulai dipakai pada tahun ajaran baru 2026-2027. “Semoga selesai tepat waktu dengan pengawasan yang tepat dan memberikan masukan kepada pelaksana proyek. Ajaran baru sudah dekat untuk SR Kota Pasuruan,” tutup Teguh. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.