Pemkab Kediri Kawal Ketat Sekolah Rakyat, Pemeriksaan Kesehatan Jadi Langkah Pertama

oleh -220 Dilihat
IMG 20250714 WA0050 scaled
Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana saat menyapa Siswa Sekolah Rakyat (Muhamad Dastian Yusuf)

KabarBaik.co – Pemeriksaan kesehatan menjadi gerbang awal sebelum para siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri menempati asrama. Sebanyak 100 siswa dari keluarga prasejahtera telah menjalani proses ini di Gedung BPK Tarokan, Senin (14/7).

Langkah ini menandai dimulainya secara resmi proses pendidikan berbasis asrama dalam Program Sekolah Rakyat, salah satu inisiatif strategis dari Presiden Republik Indonesia yang mulai diimplementasikan di Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto, menyampaikan bahwa pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan fisik para siswa yang akan tinggal bersama di lingkungan asrama.

“Pemeriksaan ini meliputi tinggi badan, berat badan, tensi, mata, dan indikator dasar lainnya. Jika ada yang mengalami penyakit menular, akan ditangani dulu sebelum masuk asrama,” ujar Ariyanto.

Dari total 100 siswa, sebanyak 60 di antaranya merupakan siswa perempuan, dan 40 lainnya siswa laki-laki. Mereka merupakan anak-anak dari keluarga dengan desil 1 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial. Pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi upaya pencegahan agar aktivitas di lingkungan asrama tetap aman dan sehat.

Tak hanya pemeriksaan awal, Ariyanto menambahkan bahwa kesehatan para siswa akan terus dipantau secara berkala bersama Dinas Kesehatan. Khusus untuk siswi perempuan, program tambahan berupa pemberian pil penambah darah juga telah disiapkan untuk menjaga kondisi tubuh selama menempuh pendidikan.

“Pemeriksaan akan dilakukan rutin, termasuk pemberian pil penambah darah setiap Jumat bagi remaja putri,” jelasnya.

Proses seleksi siswa sendiri dikawal ketat dan dilakukan berbasis data. Kementerian Sosial mengirim data ke Dinas Sosial, yang kemudian diverifikasi bersama BPS dengan mendatangi rumah calon siswa secara langsung.

“Selain syarat ekonomi, juga penting ada komitmen dari siswa dan orang tua untuk menjalani pendidikan berbasis asrama,” tambah Ariyanto.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, memastikan bahwa meski gedung utama Sekolah Rakyat masih dalam tahap persiapan, program ini tetap berjalan sesuai target.

“Tahun ini menggunakan gedung sementara di Tarokan. Gedung utama akan mulai dibangun Agustus nanti di atas lahan 7,6 hektare,” kata Mas Dhito.

Ia juga menyoroti pentingnya akses jalan menuju lokasi gedung utama yang saat ini berada di lahan milik PTPN. Pemkab Kediri, ujar Mas Dhito, sudah menjalin komunikasi untuk membahas perbaikan jalan demi kelancaran akses ke sekolah.

“Program ini perintah langsung Bapak Presiden. Tentu kami dukung penuh dan kami awasi pelaksanaannya,” tegasnya.

Salah satu siswa, Achmad Deva, remaja asal Desa Jambangan, Kecamatan Papar, mengaku senang bisa bergabung dalam program ini.

“Sekolahnya bagus, fasilitasnya lengkap. Saya juga dapat bantuan PKH. Daftarnya dari bulan Juni, dan enggak ada tes. Dikasih surat bahwa saya diterima,” cerita Deva dengan penuh semangat.

Dengan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri resmi dimulai dengan kesiapan matang dan semangat besar untuk perubahan masa depan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.