KabarBaik.co – Di tengah masih terbatasnya akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan, Sekolah Rakyat Kediri muncul sebagai contoh nyata bagaimana pendidikan inklusif bisa dijalankan dengan semangat gotong royong. Berjalan sejak pertengahan Juli lalu, sekolah rintisan ini kini mulai menunjukkan hasil positif: para siswanya yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang sosial sudah mampu beradaptasi dengan baik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut para siswa Sekolah Rakyat sebagai anak-anak istimewa.
“Mereka datang dari berbagai daerah dan latar belakang, lalu harus menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan berasrama. Alhamdulillah, sekarang sudah mulai nyaman dan bisa mengikuti proses belajar dengan baik,” ujar Gus Ipul saat berdialog dengan guru dan wali murid di Gedung BPKASN Kediri, Jumat (10/10).
Program Sekolah Rakyat, gagasan dari Presiden Prabowo Subianto, menargetkan pemerataan akses pendidikan bagi jutaan anak Indonesia yang belum bersekolah. Kediri menjadi salah satu dari 63 titik percontohan yang lebih dulu beroperasi.
Gus Ipul juga menekankan bahwa keberhasilan sekolah ini tidak lepas dari dedikasi para guru dan pengasuh.
“Saya berterima kasih kepada kepala sekolah, para guru, serta wali asrama yang dengan sabar mendampingi anak-anak agar bisa beradaptasi dan belajar dengan baik,” tuturnya.
Ke depan, Sekolah Rakyat Kediri diharapkan berkembang menjadi pusat pendidikan terpadu. “Tahun depan, mudah-mudahan sudah ada gedung baru agar bisa menampung lebih banyak siswa, dan mencakup tiga jenjang sekaligus SD, SMP, dan SMA,” tambah Gus Ipul.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kementerian PUPR akan membangun 104 Sekolah Rakyat baru di seluruh Indonesia.
“Khusus untuk Kediri, jika lahan dari pemda sudah clear and clean, proses pembangunan bisa segera dimulai,” pungkasnya. (*)






