KabarBaik.co – Lahan seluas 2.500 meter persegi milik Oktavian Dwi Suhermanto yang merupakan BUMDesma Desa Bulukerto saat ini ditanami kopi jenis arabica. Kopi tersebut saat ini telah memasuki masa panen.
Sesuai dengan yang dicanangkan Pemkot Batu, Desa Bulukerto tengah menggalakkan tanam kopi arabica yang berpotensi menjadikan lahan semakin produktif dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Produk kopi berupa bubuk maupun biji-bijian mampu dijual dengan harga cukup tinggi.
Untuk produk kopi bubuknya ada dua yaitu 100 gram seharga Rp20 ribuan, sedangkan kemasan 200 gram seharga Rp40 ribu. Adapun untuk produk olahan green bean harganya mencapai Rp350 ribu per 5 kilogram.
Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyatakan, dia merasa kagum dengan warga Desa Bulukerto yang menjadikan lahan di lereng Gunung Arjuno lebih produktif dengan jenis arabica.
“Dengan menanam kopi ini tentunya tanah lebih produktif dan dapat mencegah terjadinya longsor akibat banjir dengan teknik tumpangsari,” kata Aries saat berada di lahan pertanian kopi, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (8/7).
Menurut Aries, sistem tumpangsari sesuai dengan kultur tanah Desa Bulukerto yang menghasilkan kopi dengan rasa berbeda. “Ini membuat kopi yang berada di Desa Bulukerto di lereng Arjuno memiliki rasa khas berbeda dengan daerah lainnya. Ini tidak dimiliki daerah lain,” jelas Aries.
Aries menjelaskan, dengan menanam kopi maka perekonomian masyarakat akan semakin meningkat. Mengingat tingginya harga kopi dan masih banyaknya peluang pemasaran kopi baik dalam dan luar negeri. Dia berharap kopi akan menjadi produk unggulan Kota Batu.
Selain itu, Aries juga berharap lahan kopi yang tersebar di Kota Batu menjadi daya tarik wisata andalan yang dapat meningkatkan jumlah wisatawan. “Ini sudah mulai dikembangkan di Desa Bulukerto dan kita berharap akan menjadi destinasi wisata baru yang semakin meningkatkan jumlah wisatawan ke Kota Batu,” tandas Aries. (*)








