Petilasan Mbah Tunggulwulung di Torongrejo Batu, Jejak Spiritual yang Sarat Sejarah dan Kepercayaan

oleh -59 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 19 at 13.32.11
Punden Tutup yang berada di Desa Torongrejo, Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Bagi masyarakat yang kerap melintas dari Kota Malang menuju Kota Batu melalui kawasan Bukit Wukir, keberadaan sebuah petilasan di bawah pohon beringin besar mungkin sudah tidak asing lagi. Lokasi tersebut dikenal sebagai Petilasan Mbah Tunggulwulung yang berada di Punden Tutup, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Petilasan ini diyakini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat oleh masyarakat setempat. Salah satu warga asli Desa Torongrejo, Misto, 56, menyebut bahwa keberadaan petilasan tersebut bahkan diyakini sudah ada jauh sebelum masa Kerajaan Singosari.

“Setiap orang bisa punya pendapat berbeda, tapi menurut saya petilasan ini sudah ada sekitar 22 ribu tahun lalu, sebelum Kerajaan Singosari,” ujar Misto saat ditemui di lokasi. Menurutnya, Petilasan Mbah Tunggulwulung merupakan pusat atau “puser” dari perjalanan sejarah dan spiritual. Tempat ini disebut menjadi sumber berbagai ilmu, mulai dari kanuragan, sastra hingga budaya.

Misto menjelaskan, dalam tradisi spiritual yang diyakini sebagian masyarakat, ritual di petilasan ini kerap dilanjutkan ke puncak pertapaan di Bukit Wukir. “Alurnya setelah dari petilasan ini biasanya dilanjutkan ke puncak Wukir untuk pertapaan,” ungkapnya.

Menurut Misto, dia bersama komunitas Adiluhung pernah menelusuri jejak spiritual tersebut untuk memahami alur yang diyakini agar tidak melenceng dari cerita yang berkembang.

Dia menyebut Mbah Tunggulwulung memiliki keterkaitan dengan sejumlah petilasan lain di wilayah Malang Raya. Di antaranya petilasan Mbah Surya Ngalam di Puncak Wukir, Mbah Tunggul Yudo di Gunung Mujur, Mbah Joyo dan Mbah Bener di Temas, serta Mbah Ibot di Mbeji.

Menurutnya, waktu yang dianggap sakral di lokasi tersebut adalah Senin Legi pada bulan Besar dalam penanggalan Jawa, di mana para sesepuh diyakini berkumpul. Tak hanya itu, Misto juga mengaku pernah mendapatkan pengalaman spiritual saat berada di lokasi tersebut. Ia menyebut menerima amanah tentang makna hidup untuk bersikap apa adanya dan pasrah.

“Saya mendapat amanah untuk berkata jujur apa adanya. Kalau ada kebohongan, saya siap menanggung risikonya,” tuturnya.

Petilasan ini pun kerap didatangi peziarah dari berbagai daerah, seperti Lawang, Singosari, Kediri, Jawa Tengah hingga Bali. Mereka datang dengan beragam tujuan yang bersifat pribadi. “Banyak yang datang berziarah. Soal apa yang diminta itu privasi masing-masing,” katanya.

Selain dikenal sebagai lokasi spiritual, kawasan ini juga memiliki sejumlah kepercayaan unik. Salah satunya, pengendara yang melintas dianjurkan membunyikan klakson sebagai bentuk permisi.
“Semua kembali kepada Yang Maha Kuasa. Tempat ini hanya perantara,” imbuhnya.

Sementara itu, juru pelihara Punden Tutup, Agus Susanto, menjelaskan bahwa kawasan tersebut merupakan salah satu dari enam punden yang ada di Desa Torongrejo. Namun, Punden Tutup menjadi yang paling dikenal, termasuk dengan sebutan watu gandeng. “Punden ini merupakan salah satu yang paling terkenal di Torongrejo,” jelas Agus.

Ia menyebut punden-punden di wilayah tersebut diduga merupakan peninggalan masa Kerajaan Singasari dan memiliki keterkaitan dengan situs-situs lain seperti arca Ganesha. Selain sebagai tempat ziarah, lokasi ini juga kerap dijadikan objek penelitian oleh kalangan akademisi yang tertarik pada sejarah dan budaya lokal.

“Tidak ada biaya masuk, tapi pengunjung diharapkan tetap menjaga sopan santun dan kebersihan,” tandasnya. Keberadaan Punden Tutup dan Petilasan Mbah Tunggulwulung menjadi bukti bahwa Kota Batu tidak hanya menawarkan wisata alam dan buatan, tetapi juga wisata religi yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.