KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menegaskan proyek revitalisasi pedestrian dan drainase di 11 titik strategis kota harus rampung sebelum akhir Desember 2025. Proyek bernilai Rp 39,7 miliar yang mulai dikerjakan sejak Agustus 2025 itu kini telah mencapai progres rata-rata 90 persen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan tidak ada toleransi keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Kontrak proyek berakhir pada 29 Desember 2025 dan seluruh pekerjaan diminta selesai sebelum tutup tahun.
“Progres pekerjaan pemasangan drainase dan trotoar saat ini sudah di angka 85 sampai 90 persen. Target kami jelas, Desember ini seluruh pekerjaan harus selesai,” tegas Alfi, Kamis (18/12).
Sebelas titik yang menjadi fokus revitalisasi meliputi Jalan Brantas, Gajahmada, Dewi Sartika, Pattimura, Sultan Agung arah bawah, Jalan Agus Salim, Jalan Kawi, kawasan timur Alun-Alun Kota Batu, Jalan Ir Soekarno depan SMPN 3 Beji, Jalan Agus Salim depan SMAN 1 Batu, Jalan Abdul Gani, dan Jalan Hasan Halim.
Alfi menyebut, sejumlah lokasi bahkan telah rampung 100 persen. Di antaranya kawasan timur Alun-Alun Kota Batu, beberapa ruas di Desa Sumberejo dan Desa Pandanrejo. Untuk ruas Jalan Panglima Sudirman termasuk di depan SMPN 3 Kota Batu, Desa Beji. Ruas Jalan Brantas saat ini masih berada di kisaran 90 persen dan terus dikebut penyelesaiannya.
“Pekerjaan yang berada di pinggir jalan raya sebagian besar sudah selesai. Untuk pedestrian saat ini tinggal tahap finishing berupa stamped concrete,” jelasnya.
Untuk memastikan target tercapai, Dinas PUPR telah meminta kontraktor melakukan percepatan dengan penambahan jam kerja secara bertahap. “Kami minta ada penambahan shift kerja, mulai pagi sampai sore, sore sampai malam, bahkan malam sampai pagi. Ini bentuk keseriusan kami agar proyek ini benar-benar selesai tepat waktu,” katanya.
Terkait kemungkinan pemberian sanksi, Alfi mengakui belum mengarah ke penalti. Namun pihaknya telah mengingatkan kontraktor agar tidak melewati batas waktu kontrak. “Belum ke arah penalti, tapi kami sudah rapatkan dan meminta kontraktor menyelesaikan seluruh pekerjaan sebelum akhir tahun. Itu komitmen yang harus dijaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, pada tahap akhir proyek digunakan metode stamped concrete atau beton bermotif yang dinilai lebih kuat dan estetis. Meski sempat terkendala pasokan dari pabrikan beton, kontraktor memastikan seluruh material telah dipesan dan siap dikirim. “Material sudah diorder. Setelah pengiriman, tidak ada alasan lagi untuk tidak menyelesaikan pekerjaan,” tandasnya. (*)








