KabarBaik.co, Banyuwangi – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial ekonomi senilai Rp 5,26 miliar kepada warga Banyuwangi. Uang miliaran itu disalurkan lewat enam program bantalan sosial-ekonomi.
Terdiri dari asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) disalurkan ke 65 orang, bantuan sosial kepada lansia (PKH Plus) sebanyak 866 orang, dan zakat produktif kepada 50 pelaku usaha.
Kemudian bantuan operasional pendamping PKH Plus, tali asih bagi TKSK dan Tagana, dan terakhir beberapa program pemberdayaan desa.
Bantuan diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kantor Kecamatan Glenmore, Sabtu (28/2). Turut hadir dalam penyerahan bantuan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani serta para pimpinan instansi Jatim dan Banyuwangi.
Khofifah mengatakan, program bantalan sosial diserahkan kepada warga membutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Sementara bantalan ekonomi diserahkan kepada warga atau kelompok desa untuk jadi stimulus pengembangan ekonomi warga atau kelompok itu.
“Seperti program zakat produktif yang ditujukan bagi pelaku usaha ultra mikro. Ini bertujuan agar pelaku usaha terhindar dari praktik rente atau pinjaman online (pinjol),” kata Khofifah.
Menurut dia, pemerintah provinsi bersinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten untuk mengintervensi program bantalan sosial-ekonomi.
“Kami saling bersinergi menentukan titik mana yang diintervensi oleh pemerintah pusat, titik mana oleh pemerintah provinsi, dan titik mana yang menjadi intervensi pemkab Banyuwangi.
Dengan demikian, kita saling menutup dan melengkapi,” ujar dia.
Khofifah menyebut, bantalan sosial-ekonomi dari Pemprov Jatim akan disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut. Total nilainya sebesar Rp 160,9 miliar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas penyaluran bantalan sosial-ekonomi dari Pemprov Jatim kepada warga Banyuwangi. Dengan disalurkan saat Ramadan, bantuan tersebut akan membantu meringankan beban warga selama Bulan Puasa dan menjelang Lebaran.
Ipuk menjabarkan, Pemkab Banyuwangi selama ini juga telah menyalurkan berbagai program bantuan sosial-ekonomi untuk warga yang belum tersentuh program pemerintah provinsi dan pusat.
Dua di antaranya melalui program ASN Berbagi dan Banyuwangi Berbagi.
“Program ASN Berbagi merupakan sedekah dari para ASN yang diperuntukkan bagi kebutuhan sembako, penanganan anak-anak stunting dari keluarga miskin. Sementara dalam Banyuwangi Berbagi, kami berkolaborasi secara pentahelix untuk bersama-sama mendukung warga melalui beberapa program seperti bedah rumah dan sebagainya,” kata Ipuk.








