Pemprov NTB Tuntaskan 100 Persen RUP, Percepat Pengadaan dan Dorong Transparansi Anggaran

oleh -382 Dilihat
7604b76c 6724 4755 ae28 a2e326fcd679

KabarBaik.co, Mataram – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan percepatan perputaran ekonomi daerah dengan menuntaskan 100 persen penginputan Rencana Umum Pengadaan (RUP) melalui aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).

Capaian ini menjadi langkah penting karena dapat mempermudah seluruh proses pengadaan barang dan jasa dilakukan lebih awal, sehingga berdampak langsung pada percepatan penyerapan anggaran serta pelaksanaan program pembangunan di daerah.

Kepala Bagian Pengelolaan Pengadaan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda NTB, Hari Cahyono, mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah menyelesaikan kewajiban penginputan RUP tepat waktu.

“Per 31 Maret 2026, seluruh OPD sudah tuntas menginput RUP. Ini menjadi kunci agar proses pengadaan bisa segera berjalan, karena tanpa SiRUP pengadaan tidak dapat dilaksanakan,” ujarnya, Jumat (3/4).

Menurutnya, ketepatan waktu tersebut tidak hanya berdampak administratif, tetapi juga menentukan kecepatan realisasi belanja pemerintah yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan rampungnya penginputan, proses pengadaan di lingkungan Pemprov NTB kini dapat langsung berjalan sesuai jadwal. Hal ini diharapkan mampu mempercepat distribusi proyek dan memberikan efek berganda bagi pelaku usaha lokal.

Selain mendorong percepatan, digitalisasi melalui SiRUP juga memperkuat transparansi. Masyarakat dan pelaku usaha kini dapat mengakses informasi rencana pengadaan secara terbuka, sehingga peluang partisipasi dalam proyek pemerintah semakin luas.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov NTB juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui bimbingan teknis (bimtek) yang rutin dilakukan sejak awal tahun anggaran.

Kepala Bagian LPSE NTB Lalu Majemuk, menjelaskan bahwa bimtek difokuskan pada peningkatan pemahaman OPD terhadap penginputan RUP, transparansi belanja, serta kepatuhan terhadap regulasi pengadaan.

“Setiap awal tahun, bimtek kami intensifkan agar seluruh OPD memahami proses penginputan RUP dengan benar dan sesuai aturan,” katanya.

Tidak hanya internal pemerintah, edukasi juga akan diperluas kepada pelaku usaha. Biro PBJ NTB berencana menggelar bimtek bagi penyedia dan kontraktor, khususnya di Pulau Sumbawa, guna meningkatkan pemanfaatan SiRUP dalam perencanaan bisnis dan partisipasi tender.

Langkah ini mencakup pemahaman penggunaan aplikasi SiRUP terbaru, integrasi dengan e-Katalog, hingga mekanisme pengumuman paket pengadaan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.