Penampakan 2 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

oleh -168 Dilihat
Dua pelaku penyiraman air keras
Dua pelaku penyiraman air keras (Tangkapan Layar)

KabarBaik.co, Jakarta – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK). Pelaku diketahui berjumlah dua orang.

Dari foto tangkapan layar CCTV yang beredar, dua pelaku mengendarai motor matik berwarna hitam putih. Pelaku yang ada di depan mengenakan kaus berarna biru muda dan berhelm.

Sementara pelaku yang dibonceng mengenakan baju berwarna biru tua, tidak mengenakan helm, dan rambut terlihat cepak. Peristiwa itu sendiri terjadi di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan judicial review UU TNI.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sekitar pukul 23.37 WIB korban tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

KontraS menilai serangan tersebut berkaitan dengan aktivitas Andrie Yunus sebagai pembela HAM. Sebelum kejadian, korban diketahui aktif melakukan advokasi dan kegiatan publik terkait isu militerisme.

“Korban sebelumnya pernah mengalami beberapa kali teror dan intimidasi, terutama pasca ‘Aksi Geruduk Fairmount’ untuk menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025,” ujar Dimas.

KontraS menilai peristiwa penyiraman air keras tersebut harus menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum, karena berpotensi mengancam keselamatan pembela HAM di Indonesia.

“Peristiwa ini harus segera mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian harus segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut,” katanya.

Polisi sendiri memberikan atensi khusus dan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.

Ia mengatakan Polri telah melakukan berbagai langkah, khususnya penanganan tempat kejadian perkara serta beberapa rangkaian tindakan penyelidikan.

Penanganan ini didasari Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat (2) dan/atau 468 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Kalau informasi awal ada dua orang yang patut diduga, tetapi ini masih kita dalami. Kita sekarang mengedepankan pemulihan dulu kepada korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Budi Hermanto.

Budi menyebutkan, pihaknya saat ini masih fokus terhadap penanganan medis bagi korban karena kondisi terkini korban belum bisa memberikan keterangan yang banyak kepada Kepolisian.

“Karena pada saat penyiraman ada pengelupasan di bagian tangan, badan, maupun wajah,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat ataupun rekan dari korban apabila ada informasi yang dianggap mungkin tidak penting tetapi bagi penyelidik itu sangat penting, Budi berharap ada komunikasi.

“Polda Metro Jaya termasuk Ditreskrimum pasti juga akan bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat akan mengungkapkan perkara ini,” katanya.

Budi menambahkan pihaknya telah mengambil keterangan dari beberapa saksi, mengolah barang bukti dan olah tempat kejadian perkara (TKP). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.