Pendaki Terperosok Jurang di Jalur Semeru, Tim SAR Evakuasi Kerahkan Peralatan Khusus

oleh -230 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 04 at 12.52.06 PM
Tim SAR evakuasi pendaki yang terperosok jurang di jalur Semeru (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Seorang pendaki terjatuh ke jurang di jalur pendakian Gunung Gunung Semeru. Proses evakuasi masih terus berlangsung hingga hari ini, Kamis (4/6).

Korban diketahui bernama Cakra, 18, yang mengalami kecelakaan pada Selasa (2/6) sore di kawasan pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Untuk mempercepat proses evakuasi, Kantor Kantor SAR Surabaya mengirimkan satu tim rescue tambahan guna memperkuat operasi SAR gabungan di lapangan. Tim tersebut membawa peralatan High Angle Rescue Technique (HART) serta perangkat komunikasi satelit Starlink untuk mendukung koordinasi di medan yang sulit dijangkau sinyal.

“Penambahan personel dan peralatan dilakukan untuk memperkuat tim yang sudah lebih dulu berada di lokasi sejak Selasa malam,” terang Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H, Kamis (4/6).

Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Malang, Imam Nahrowi, menjelaskan bahwa tim awal telah mencapai titik dropping dengan kendaraan sebelum melanjutkan pendakian menuju lokasi korban.

“Pada Kamis pagi ini tim kembali melanjutkan pendakian dari titik dropping menuju lokasi evakuasi yang diperkirakan memakan waktu sekitar delapan jam,” ujarnya.

Ia menambahkan medan yang dilalui sangat berat dengan kontur terjal serta jurang curam, sehingga tim harus berhati-hati dalam setiap pergerakan. Perjalanan sempat dihentikan pada malam hari akibat kabut tebal yang menurunkan visibilitas dan meningkatkan risiko keselamatan.

Berdasarkan informasi dari lapangan, korban mengalami pembengkakan pada pergelangan kaki kanan. Selain itu, tiga warga serta dua rekan korban telah berhasil mencapai lokasi di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 300 meter untuk memberikan bantuan awal.

“Saat ini terdapat enam orang di bawah, sementara sekitar 30 personel SAR gabungan berada di atas tebing menunggu peralatan tambahan. Rencana evakuasi akan dilakukan menggunakan metode hauling system,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berada di perjalanan menuju titik lokasi korban dan proses evakuasi masih terus berlangsung dengan kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.