Pengakuan Pengemudi Mobil Proyek yang Tabrak Siswi MTsN 1 Bojonegoro

oleh -125 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 01 at 2.47.22 PM
Pelaku penabrakan dirawat dirawat intensif di RSUD Sosodoro Djatikusuma Bojonegoro (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Mobil Avanza menabrak sejumlah siswi MTsN 1 Bojonegoro Nurul Qomarulloh. Apa yang membuat mobil proyek itu tiba-tiba tak terkendali hingga menabrak siswi?

Pengemudi mobil, Nurul Qomarulloh, mengaku bahwa kendaraan yang dikemudikannya mengalami kendala teknis beberapa hari sebelum kejadian.

Nurul menjelaskan sebelum insiden terjadi pada Jumat kemarin (1/5) sekitar pukul 08.00 WIB, ia baru saja mengikuti briefing rutin pagi bersama tim proyek terkait keselamatan kerja. Setelah itu, ia berniat menggunakan mobil operasional bernopol AA 1239 RN itu untuk menjemput rekannya yang lain.

Namun, saat mencoba menjalankan kendaraan, mobil tidak langsung merespons ketika dipindahkan dari posisi mundur ke gigi maju. “Ketika mencoba mengoper gigi maju setelah sebelumnya mundur, mobil tidak langsung berjalan. Saat pedal gas diinjak sedikit, mobil justru melompat dan meluncur kencang secara tiba-tiba hingga tidak terkendali,” ujar Nurul, Sabtu (2/5).

Saat ini, Nurul menjalani perawatan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo akibat luka pada bagian mulut yang dialaminya karena benturan saat insiden berlangsung. Ia juga mengungkapkan bahwa airbag kendaraan tidak mengembang saat kecelakaan terjadi.

Dalam keterangannya, Nurul menyebut bahwa fokus utamanya saat mobil melaju tak terkendali adalah menghindari kerumunan siswa yang sedang beraktivitas di lapangan. Ia berupaya membanting setir ke arah area yang lebih sepi, namun laju kendaraan yang mendadak kencang membuat tabrakan tidak dapat dihindari.

Mobil tersebut akhirnya berhenti setelah menghantam tiang bendera dengan keras hingga mengalami patah. “Fokus saya saat itu menghindari siswa. Saya arahkan ke tempat yang lebih sepi, tapi mobil sudah terlalu cepat,” katanya, Sabtu (2/5).

Usai kejadian, Nurul mengaku sempat melihat salah satu siswa berada di bawah kolong mobil setelah dirinya keluar dari kendaraan.

Berdasarkan data dari pihak rumah sakit RS Bayangkara Bojonegoro terdapat lima korban dalam insiden tersebut. Dua di antaranya mengalami luka serius, termasuk dugaan retak pada tulang tangan dan pergeseran tulang pinggul. Para korban diketahui tengah menjalani latihan tali temali menggunakan bambu di lapangan sekolah saat kejadian berlangsung.

Nurul juga mengakui bahwa saat kejadian ia belum sempat mengenakan sabuk pengaman, mengingat posisi kendaraan masih berada di dalam area sekolah. Ia menyampaikan rasa terkejut dan penyesalannya atas peristiwa tersebut, terlebih karena tidak menyangka aktivitas siswa masih berlangsung di lingkungan sekolah pada saat itu.

“Saya sangat kaget dan menyesal. Saya tidak menyangka masih ada banyak siswa di lapangan saat itu,” tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.