KabarBaik.co, Sidoarjo – Insiden perahu tenggelam terjadi saat persiapan Nyadran di Desa Balongdowo, Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (7/2). Perahu yang mengangkut sound horeg tenggelam saat proses pengecekan sound di bantaran Sungai Balongdowo.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, warga tengah melakukan cek sound sebagai bagian dari persiapan Nyadran dengan menggabungkan dua perahu untuk menopang sound system berukuran besar.
“Kejadiannya di bantaran Sungai Balongdowo sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, saat dikonfirmasi.
Imam menjelaskan awalnya sound horeg, speaker, serta genset ditempatkan di atas dua perahu yang disatukan. Namun, salah satu perahu tidak mampu menahan beban berat dan getaran dari sound system yang sedang diuji.
“Perahunya dua, digabung sound, speaker dan genset. Ternyata salah satunya tidak kuat menahan beban, kena getaran akhirnya miring,” ungkapnya.
Akibat kemiringan tersebut, keseimbangan perahu terganggu hingga akhirnya terbalik. Seluruh peralatan sound horeg, termasuk lighting dan genset, ikut tenggelam bersama satu perahu dan warga yang berada di atasnya.
“Begitu miring, alat-alatnya lighting, genset, sound, ikut tenggelam. Tapi sempat dievakuasi, tidak ada apa-apa karena memang tidak kuat menahan beban,” jelas Imam.
Selain mengangkut sound horeg dengan estimasi berat mencapai satu ton, perahu tersebut juga dinaiki lebih dari 10 orang. Saat kejadian, sound system sedang memutar musik dan beberapa warga terlihat berjoget di atas perahu yang melintas di sungai.
“Kira-kira berat sound saja satu ton. Yang naik mungkin sekitar 10 orang. Sound-nya milik JL Jombang kalau tidak salah,” tambahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh warga berhasil menyelamatkan diri, sementara peralatan sound dievakuasi dengan bantuan warga sekitar. Proses pengamanan dan pemantauan dilakukan oleh pihak kepolisian bersama aparat setempat menggunakan perahu karet.
Imam menegaskan hanya satu perahu yang mengalami insiden tenggelam. Sementara perahu lainnya yang juga mengangkut sound horeg dinyatakan dalam kondisi aman.
Sebagai informasi, Nyadran merupakan tradisi tahunan warga Desa Balongdowo yang digelar menjelang bulan suci Ramadan. Meski sempat terjadi insiden perahu tenggelam, rangkaian kegiatan Nyadran tetap berlangsung besok hari Minggu (8/2). (*)







