KabarBaik.co, Jombang — Pesanan hampers dan parcel di Jombang meningkat tajam menjelang Idul Fitri 2026. Tradisi saling berbagi bingkisan kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja membuat perajin hampers rumahan menerima pesanan dalam jumlah besar sejak awal Ramadan.
Salah satu perajin yang merasakan lonjakan pesanan adalah Riri, 32, warga Dusun Bulak, Desa Mojokrapak, Tembelang, Jombang. Bersama sang suami, ia setiap hari disibukkan merangkai berbagai paket hampers untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Riri mengatakan tren peningkatan pesanan hampers selalu terjadi setiap Ramadan. Bahkan, beberapa pelanggan sudah mulai memesan sebelum bulan puasa dimulai.
“Setiap Ramadan memang selalu ramai. Bahkan sebelum puasa sudah ada yang memesan lebih dulu,” ujar Riri, Minggu (15/3).
Untuk menjangkau pembeli lebih luas, Riri memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Cara ini dinilai cukup efektif karena pelanggan tidak hanya berasal dari Jombang, tetapi juga dari luar daerah.
Ia menyebutkan sejumlah pesanan datang dari berbagai kota seperti Malang dan Sidoarjo. Selain masyarakat umum, beberapa instansi juga memesan hampers untuk diberikan kepada mitra kerja.
“Banyak juga pesanan dari instansi seperti bank yang ingin memberikan bingkisan kepada relasi mereka,” kata dia.
Riri menyediakan beragam pilihan paket hampers. Mulai dari paket sembako ukuran kecil hingga parcel berisi aneka jajanan dan sirup yang identik dengan perayaan Lebaran.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Untuk paket sederhana berisi sembako mini, ia mematok harga mulai Rp 40.000. Sementara paket berisi jajanan dan minuman sirup dijual sekitar Rp 110.000. Pelanggan juga bisa menyesuaikan isi hampers sesuai anggaran yang dimiliki.
Dalam sehari, Riri bersama suaminya mampu merangkai sekitar 15 hingga 20 paket hampers. Proses pengerjaan biasanya dimulai setelah sahur hingga menjelang sore.
“Setelah sahur biasanya langsung mulai merangkai hampers sampai sore. Kalau pesanan sedang banyak, harus dikejar agar selesai tepat waktu,” ujarnya.
Meski dikelola dari rumah, usaha musiman ini mampu menghasilkan omzet yang cukup besar. Selama satu bulan Ramadan, total penjualan hampers yang diterima Riri bisa mencapai puluhan juta rupiah.
“Kalau ditotal selama Ramadan biasanya bisa lebih dari Rp 40 juta,” ungkapnya.
Menurut Riri, hampers kini menjadi pilihan praktis bagi banyak orang untuk berbagi kebahagiaan saat Lebaran. Selain mudah, isi paket juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan maupun anggaran pemberi.
Tingginya minat masyarakat membuat usaha hampers rumahan seperti miliknya tetap bertahan dari tahun ke tahun. Bahkan hingga mendekati hari raya, pesanan yang masuk hampir tidak pernah berhenti.
“Sampai hari ini pesanan masih terus ada dari konsumen. Alhamdulillah, ini rezeki di bulan Ramadan,” kata Riri. (*)







