KabarBaik.co – Suasana hening dan penuh penghayatan terasa di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, Jalan Buya Hamka, Kecamatan/Kabupaten Jombang, saat ratusan jemaat mengikuti ibadah Natal.
Perayaan kelahiran Yesus Kristus tahun ini dikemas melalui konsep kantata, memadukan narasi, nyanyian, dan musik rohani dalam satu rangkaian ibadah.
Tampak jemaat berdatangan dan memenuhi ruang gereja dengan pengamanan ketat dari kepolisian, TNI, serta unsur organisasi masyarakat.
Pendeta GKI Jombang, Pdt Diah Nooraini Kristianti, mengatakan Natal tahun ini mengangkat tema ‘Allah yang menumbuh di tengah keprihatinan’. Tema tersebut dipilih sebagai respons iman atas berbagai krisis dan bencana yang masih melanda dunia.
“Melalui kantata, kami mengekspresikan sukacita dan syukur lewat musik serta pujian. Pesan utamanya, Allah hadir di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja,” ujar Pdt Diah saat dikonfirmasi Kamis (25/12) pagi.
Pdt Diah menegaskan kehadiran Tuhan di tengah situasi sulit menjadi sumber kekuatan bagi umat. Harapannya, jemaat tetap memiliki pengharapan dan keteguhan iman dalam menghadapi tantangan hidup.
Salah satu momen paling menyentuh dalam ibadah tersebut adalah prosesi penyalaan lilin. Bagi jemaat, lilin dimaknai sebagai simbol terang dan pengharapan yang bersumber dari Tuhan.
“Penyalaan lilin kami tempatkan sebagai bagian dari ibadah, bukan sekadar seremoni. Ini simbol pengharapan,” jelasnya.
Pdt Diah mengingatkan bahwa Natal bukan hanya soal perayaan, tetapi juga panggilan untuk menghadirkan kasih melalui aksi nyata.
Ia menyebut GKI Jombang terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan bagi korban bencana di sejumlah daerah, termasuk Aceh, dan hingga kini masih menurunkan tim di lapangan.
“Natal mengingatkan kami bahwa kasih Tuhan terus bekerja. Dari situlah kami mendapat kekuatan untuk melayani sesama, terutama mereka yang menderita,” katanya.
Ibadah Natal di GKI Jombang juga dihadiri Bupati Warsubi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kehadiran tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap semangat toleransi dan kebersamaan antar umat beragama di Kota Santri. (*)






