Permintaan Maaf Lengkap Panitia Festival Mbois 11 Soal Ditimpanya Mural ‘Malang The Glory Land’

oleh -110 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 20 at 6.30.51 PM
Mural di Jalan Arif Rahman Hakim setelah diblok cat biru yang kemudian diberi tulisan akan diperbarui lagi (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Mural bertuliskan “Malang The Glory Land” di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang, mendadak menjadi perhatian publik. Karya yang menghiasi tembok Riche Heritage Hotel Kayutangan Malang tersebut ditimpa dengan tulisan “Malang Menyala Bersama” untuk kepentingan Festival Mbois.

Penimpaan mural yang terjadi menjelang pelaksanaan Festival Mbois itu memicu perbincangan luas di media sosial. Pasalnya, mural tersebut bukan karya baru, melainkan telah menjadi bagian dari ruang publik Kota Malang selama sekitar satu dekade.

Melalui akun Instagram @festivalmbois, panitia pelaksana menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Malang atas persoalan tersebut.

Dadik Wahyu Chang selaku pihak dari penyelenggara juga menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku tidak mengetahui latar belakang maupun sejarah mural yang ditimpa tersebut.

“Aku Dadik jaluk sepuro kanggo bolo-bolo kabeh, aku gak eroh rek, aku gak ngerti, aku tak sinau maneh, aku tolong butuh waktu tak komunikasi karo mural-mural sing gambar wingi,” ujar Dadik melalui akun tersebut.

Dalam bahasa Indonesia, Dadik menyampaikan bahwa dirinya meminta maaf kepada warga Malang. Ia mengaku belum mengetahui persoalan tersebut dan membutuhkan waktu untuk kembali mempelajari serta berkomunikasi dengan pihak yang membuat mural.

Mural “Malang The Glory Land” diketahui dibuat oleh Aremania sekitar 2016. Karya tersebut digagas oleh almarhum Sam Nyek, salah satu tokoh Aremania yang dikenal memiliki kreativitas dalam dunia mural dan seni jalanan.

Seiring berjalannya waktu, mural yang memiliki makna “Malang Tanah Kejayaan” itu tidak sekadar menjadi hiasan dinding. Keberadaannya selama kurang lebih 10 tahun membuat karya tersebut memiliki nilai historis dan cukup dikenal masyarakat, khususnya warga Malang.

Karena itu, penimpaan mural untuk kebutuhan sebuah kegiatan kemudian menimbulkan reaksi dari masyarakat. Apalagi, mural tersebut dibuat oleh komunitas Aremania dan telah menjadi salah satu bagian dari sejarah visual Kota Malang.

Festival Mbois sendiri dijadwalkan berlangsung di Stadion Gajayana Malang pada 21-23 Agustus 2026. Persoalan mural tersebut kini menjadi perhatian penyelenggara setelah menuai sorotan publik.

Panitia pun menyatakan akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan mural tersebut sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan yang muncul. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.