KabarBaik.co, Jombang – Pesantren Tebuireng Jombang membuka akses makam masyayikh selama 24 jam penuh selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 2026.
Kebijakan tersebut berlaku mulai 26 hingga 31 Agustus 2026. Pembukaan akses ini dilakukan untuk memudahkan peserta muktamar dan warga Nahdliyin yang ingin berziarah ke makam para masyayikh Tebuireng.
Makam tersebut berada di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang. Sejumlah tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut di antaranya pendiri NU sekaligus Rais Akbar NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta KH Salahuddin Wahid (Gus Solah).
Kebijakan membuka makam selama 24 jam tersebut dikonfirmasi Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, KH Achmad Roziqi,
“Kami akan membuka akses makam untuk dapat berziarah ke makam masyaikh Pesantren Tebuireng. Seperti KH Hasyim Asy’ari, Gus Dur, Kiai Wahid Hasyim, dan masyaikh lainnya,” kata Achmad Roziqi, Senin (24/8).
Menurut dia, keputusan tersebut telah dibahas melalui rapat internal Pesantren Tebuireng. Pesantren memperkirakan jumlah peziarah akan meningkat seiring kedatangan peserta Muktamar NU ke-35 di Jombang.
“Melihat para peserta muktamar yang kemungkinan datang ke Pesantren Tebuireng, kami akan membuka pintu gerbang makam masyaikh Pesantren Tebuireng selama 24 jam penuh,” ujarnya.
Pesantren Tebuireng juga akan berkoordinasi dengan tim keamanan untuk mengatur arus kedatangan para peziarah selama akses makam dibuka.
“Selain membuka makam Masyaikh Pesantren Tebuireng selama 24 jam nonstop, kami juga akan berkoordinasi dengan tim sekuriti agar dapat membantu menata kedatangan peziarah,” jelasnya.
Selain membuka akses makam, Pesantren Tebuireng turut menyambut pelaksanaan Muktamar NU ke-35 dengan memasang bendera di sepanjang gerbang pondok serta ucapan selamat muktamar di depan Pondok Putra Pesantren Tebuireng.
Selain KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, Gus Dur, dan Gus Solah, kompleks makam tersebut juga menjadi tempat peristirahatan KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud serta Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah KH Adlan Aly atau Mbah Delan.
Pembukaan makam 24 jam ini menjadi salah satu bentuk penyambutan Pesantren Tebuireng terhadap para peserta dan warga Nahdliyin yang datang ke Jombang untuk mengikuti rangkaian Muktamar NU ke-35.







