KabarBaik.co, Semarang – Tidak perlu menunggu hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup. Cukup dengan mengamankan dua set pertama atas Jakarta Electric PLN (JEP) pada Kamis (16/4) malam ini, Gresik Phonska Plus resmi menahbiskan diri sebagai tim putri pertama yang melangkah ke Grand Final Proliga 2026!
Syarat ultra-ringan yang disandang skuad asal Bumi Majapahit ini tuntas dieksekusi dengan presisi di GOR Jatidiri, Semarang. Memasuki laga pembuka Putaran II Final Four ini, Gresik memang hanya membutuhkan tambahan minimal 1 poin di klasemen—yang setara dengan memenangkan dua set (meski akhirnya kalah 2-3)—untuk mengunci perolehan poin mereka di angka 10. Angka tersebut secara matematis sudah tidak mungkin terkejar lagi oleh rival-rival di bawahnya.
Tancap Gas Tanpa Kompromi
Tampil dengan status pemuncak klasemen, skuad asuhan Alessandro Lodi menolak bermain aman. Menghadapi JEP yang bermain lepas tanpa beban karena sudah dipastikan tersingkir, Gresik justru menunjukkan mentalitas juara dengan langsung mendominasi sejak servis pertama.
Bermain taktis dan efisien, pertahanan solid Gresik sukses membendung agresivitas barisan penyerang JEP untuk merebut set pertama dengan keunggulan meyakinkan 25-18.
Dominasi tersebut berlanjut ke set berikutnya. Meski JEP sempat memberikan perlawanan yang lebih alot, momen magis penobatan itu pun tiba kala Gresik berhasil menutup set kedua dengan skor 25-21. Begitu poin ke-25 diraih, euforia sontak pecah di bangku cadangan Gresik Phonska Plus, berpadu dengan gemuruh sorak-sorai Phonskamania yang melakukan away days ke Semarang. Tiket ke Yogyakarta sudah mutlak di tangan, terlepas dari apa pun hasil di sisa set malam ini.
Kemewahan Rotasi dan Menanti Lawan
Keberhasilan menyegel tiket seawal ini memberikan kemewahan strategi yang luar biasa bagi Gresik Phonska. Di sisa set pertandingan malam ini, maupun di dua sisa laga melawan Popsivo Polwan dan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di akhir pekan, pelatih memiliki keleluasaan penuh untuk melakukan rotasi masif. Menyimpan pemain pilar demi meminimalisir risiko cedera tentu menjadi prioritas utama.
Kini, Gresik Phonska Plus bisa duduk nyaman di singgasana. Mereka tinggal menanti dengan tenang siapa yang akan bertahan dari pertarungan berdarah memperebutkan satu tiket tersisa: apakah JPE yang tengah dihantui bayang-bayang trauma masa lalu, ataukah Jakarta Popsivo Polwan yang siap menciptakan keajaiban kudeta dramatis.
Panggung Grand Final GOR Amongrogo menanti langkah sang penguasa klasemen. Selamat, Gresik Phonska Plus! (*)





