Petani Tembakau Bojonegoro Mulai Panen, Harga Rajangan Kering Tembus Rp 42 Ribu per Kg

oleh -161 Dilihat
Petani tembakau di Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro. (Foto: Umam)
Petani tembakau di Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro. (Foto: Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Musim panen tembakau mulai berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro. Meski volumenya masih terbatas, namun aktivitas petik daun tembakau sudah dilakukan petani di beberapa kecamatan. Sementara itu, panen raya diperkirakan baru akan terjadi pada akhir Agustus 2026.

Salah seorang petani tembakau asal Kecamatan Sugihwaras, Agick Hertanto, mengatakan panen telah dimulai sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, hampir setiap hari petani melakukan petikan daun, meski belum memasuki masa panen puncak.

“Sudah banyak yang panen. Hampir setiap hari ada petikan atau panen,” ujarnya, Rabu (5/8).

Untuk harga, Agick menyebut daun tembakau basah petikan pertama dihargai sekitar Rp 2.000 per kilogram, sedangkan petikan kedua mencapai Rp 2.500 per kilogram. Sementara itu, tembakau rajang kering petikan pertama atau daun bawah dipasarkan sekitar Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan hasil petikan kedua mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

“Harga rajangan kering daun bawah atau petik pertama sekitar Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan rajangan kering petik kedua mencapai Rp 40 ribu per kilogram,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Indonesia, Mahmudi, mengatakan panen tembakau di Bojonegoro belum berlangsung merata. Hingga saat ini, panen baru dilakukan di empat kecamatan, yakni Kedungadem, Sugihwaras, Sumberrejo, dan Kepohbaru.

Menurut Mahmudi, aktivitas pembelian hasil panen juga masih terbatas. Saat ini baru satu gudang tembakau yang mulai membuka pembelian, yakni di Kecamatan Baureno. Gudang tersebut membeli tembakau rajang kering dengan kisaran harga Rp 38 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.

“Panen diperkirakan mulai ramai pada minggu kedua Agustus. Untuk saat ini baru satu gudang yang membuka harga di Kecamatan Baureno,” katanya.

Ia menambahkan, harga yang diterima petani saat ini masih bervariasi, berkisar antara Rp 28 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram rajang kering, tergantung kualitas hasil panen.

Dengan panen raya yang diprediksi berlangsung pada akhir Agustus, petani berharap semakin banyak gudang yang membuka pembelian sehingga persaingan harga meningkat dan hasil panen dapat terserap dengan harga yang lebih menguntungkan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.