PGN Edukasi Warga Semarang Tentang Manfaat Jargas Lewat Jalan Sehat HUT RI

oleh -152 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 24 at 10.52.29 AM scaled
Edukasi PGN ke warga Semarang tentang manfaat jargas lewat jalan sehat HUT RI (Ist)

KabarBaik.co, Semarang — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di sejumlah wilayah Kota Semarang berlangsung semarak. Jalan sehat, senam bersama, hingga kegiatan UMKM menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul sekaligus mempererat kerukunan.

Di tengah suasana tersebut, warga juga mendapat edukasi mengenai pemanfaatan jaringan gas (jargas) untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha. Kegiatan itu merupakan bagian dari program Gempita GasKita 2026 yang digelar PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, sekitar 650 warga mengikuti rangkaian kegiatan pada Minggu (23/8). Selain jalan sehat dan senam bersama, kegiatan diisi dengan festival UMKM serta layanan kesehatan gratis.

PGN turut memberikan edukasi mengenai penggunaan gas bumi melalui jaringan pipa, termasuk aspek keamanan, kepraktisan, efisiensi, serta layanan bagi pelanggan.

Kepala Kelurahan Miroto Sigit Riyanto mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarwarga.

“Kami ingin meningkatkan kerukunan, kebersamaan dan kepedulian terhadap warga, termasuk sikap gotong royong, empati dan simpati antarwarga,” kata Sigit.

Sejumlah warga Miroto diketahui telah menggunakan jargas sejak 2023. Salah satunya Sunoto, warga Jalan Batansawo. Ia menilai penggunaan gas bumi membuat aktivitas memasak di rumah menjadi lebih praktis karena tidak perlu membeli maupun mengganti tabung LPG.

Menurut Sunoto, pengeluaran untuk kebutuhan gas rumah tangga rata-rata sekitar Rp130 ribu per bulan, bergantung pada pemakaian. Pengalaman serupa dirasakan Seno Arie Wibowo dan Krisna Tungga Rajasa. Keduanya menilai jargas memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari karena pasokan gas tersalurkan langsung ke rumah pelanggan.

Sigit mengapresiasi keterlibatan PGN dalam kegiatan masyarakat. Ia berharap kolaborasi semacam itu dapat terus dilakukan, tidak hanya dalam momentum perayaan HUT RI, tetapi juga melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Warga Tlogosari Ikut Jalan Sehat

Edukasi mengenai jargas juga dilakukan di Kampung Parang Baris, RW 15, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Kegiatan tersebut dirangkai dengan jalan sehat dan senam bersama yang diikuti ratusan warga.

Melalui program Gempita GasKita, warga mendapat penjelasan mengenai penggunaan jargas yang aman, langkah mitigasi apabila terjadi kebocoran, hingga pemanfaatan aplikasi PGN Mobile, termasuk fitur Catat Meter Mandiri (CMM).

Saat ini sekitar 150 rumah di Kampung Parang Baris telah menjadi pelanggan gas rumah tangga PGN. Permintaan penyambungan juga masih bertambah.

Ketua RW 15 Dudi Supriyono mengatakan sedikitnya 65 rumah telah menyampaikan minat untuk mendapatkan sambungan jargas.

Dudi, yang menjadi salah satu pelanggan awal jargas di wilayah tersebut, mengatakan penggunaan gas bumi dinilai lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Ia menyebut pengeluaran bulanannya turun menjadi sekitar Rp 190 ribu dari sebelumnya sekitar Rp 250 ribu saat menggunakan LPG.

Menurutnya, keberadaan jargas juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM rumahan karena pasokan energi tersedia melalui jaringan.

Dipakai hingga untuk Kegiatan Masjid

Suasana serupa terlihat di RW 21 Tlogosari Kulon. Sekitar 1.200 warga mengikuti jalan sehat sebagai bagian dari puncak perayaan HUT ke-81 RI.

Ketua RW 21 Karsono mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas warga dari RT 01 hingga RT 10.

Dalam kesempatan itu, PGN kembali memberikan pemahaman mengenai penggunaan jargas, mekanisme pembayaran, serta manfaat gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan usaha.

Berbeda dengan penggunaan LPG dalam tabung, pelanggan jargas memperoleh pasokan gas melalui jaringan pipa menuju rumah. Warga tidak perlu membeli atau mengganti tabung secara berkala.

Salah satu pelanggan, Parman, mengatakan dirinya telah menggunakan jargas setelah sebelumnya memakai LPG 3 kilogram. Selama sekitar enam bulan terakhir, pengeluaran untuk gas rata-rata sekitar Rp 100 ribu per bulan, tergantung pemakaian.

Manfaat jargas juga dirasakan Masjid Miftahul Huda di RT 04/RW 21. Gas bumi digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan, termasuk memasak makanan untuk program Jumat Berkah dan kegiatan keagamaan lainnya.

Prayitno mengatakan kebutuhan gas bahkan digunakan untuk menyiapkan makanan hingga sekitar 200 porsi. Biaya pemakaian rata-rata mencapai sekitar Rp160 ribu per bulan.

Karsono menyebut sekitar 80 persen warga RW 21 kini telah menggunakan jargas PGN. Meski demikian, edukasi tetap diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat, terutama terkait pemasangan, keamanan, penggunaan, dan mekanisme pembayaran.

Rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Miroto dan Tlogosari akhirnya tidak hanya menjadi ajang berkumpul warga. Di balik jalan sehat dan semangat perayaan kemerdekaan, terdapat ruang bagi masyarakat untuk saling bertemu, menggerakkan UMKM, serta mengenal pilihan energi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi warga yang telah menjadi pelanggan, jargas perlahan menjadi bagian dari rutinitas rumah tangga. Sementara bagi calon pelanggan, edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat memahami cara menggunakan energi tersebut secara aman dan sesuai ketentuan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.