KabarBaik.co, Blitar – PGRI Kota Blitar menilai pola pembelajaran di sekolah perlu terus menyesuaikan perkembangan era digital agar siswa lebih mudah menerima materi pembelajaran.
Ketua PGRI Kota Blitar, M. Asari mengatakan, saat ini siswa cenderung lebih tertarik pada metode belajar yang interaktif dibanding pembelajaran konvensional yang monoton di kelas.
Karena itu, guru didorong mulai mengenalkan pembelajaran berbasis coding melalui pendekatan yang lebih sederhana dan dekat dengan aktivitas siswa sehari-hari.
“Kalau pembelajarannya monoton, anak-anak mudah jenuh. Maka metode belajar juga harus mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya, Sebin (25/5).
Menurut Asari, pembelajaran coding tidak selalu berkaitan dengan pemrograman komputer, tetapi lebih pada cara melatih pola pikir siswa dalam memahami dan menyelesaikan persoalan.
Metode tersebut juga dinilai dapat diterapkan di berbagai mata pelajaran seperti matematika, IPA maupun IPS dengan konsep belajar yang lebih interaktif.
“Bentuknya memang seperti permainan, tapi tujuannya untuk melatih logika, kreativitas, dan cara berpikir anak,” katanya.
Ia menyebut, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya meningkatkan nilai akademik siswa, tetapi juga bagaimana sekolah mampu membangun karakter dan kemampuan adaptasi siswa terhadap perkembangan teknologi.
Pembelajaran coding sendiri disebut mulai diterapkan dalam tahun pelajaran 2025-2026 melalui pengembangan kompetensi guru di sejumlah sekolah di Kota Blitar. (*)






