KabarBaik.co, Jakarta — PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables, terus memperkuat komitmen dalam mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Proyek ini menjadi upaya optimalisasi pemanfaatan aset waduk sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Selain itu, pengembangannya juga sejalan dengan kebijakan pemerintah, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, serta agenda kemandirian energi nasional.
PLTS Terapung Karangkates dirancang memiliki kapasitas sebesar 100 MWac atau setara 133 MWp. Proyek ini dikembangkan melalui entitas PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI). Kehadiran pembangkit ini diharapkan dapat memperkuat bauran energi baru terbarukan nasional sekaligus memanfaatkan ruang perairan waduk secara produktif dan berkelanjutan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam memperluas pengembangan energi hijau di Tanah Air.
“PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan nasional. Proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi juga mencerminkan kolaborasi berbagai pihak, optimalisasi aset negara, serta komitmen bersama untuk menghadirkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien,” ujar Ruly, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, pengembangan proyek ini dilatarbelakangi sejumlah pertimbangan strategis, di antaranya komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, program pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi, optimalisasi aset waduk yang telah tersedia, serta penugasan dari PT PLN (Persero) kepada PLN Nusantara Power sejak 2022.
Dari sisi perkembangan proyek, sejumlah tahapan penting telah dilalui. Setelah proses perencanaan dan studi kelayakan rampung pada periode 2021–2022, proyek ini memasuki tonggak baru dengan dilaksanakannya Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026 sebagai penanda dimulainya fase konstruksi.
Beberapa dokumen perizinan utama seperti Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) PV Plant, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta KKPR untuk solar floating telah diselesaikan.
Sementara itu, sejumlah perizinan lanjutan seperti Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), Izin Penggunaan Sumber Daya Air (IPSDA), serta sebagian dokumen lingkungan lainnya masih dalam proses penyelesaian dengan target rampung pada Maret 2026.
Selain itu, penataan Keramba Jaring Apung (KJA) di area waduk juga telah diselesaikan pada 31 Januari 2026 sebagai bagian dari persiapan proyek.
Dari sisi teknis, proses persetujuan desain engineering masih berlangsung.
Sementara pada tahap pengadaan, material floater untuk kapasitas awal sebesar 5 MW telah tiba di lokasi proyek. Pada saat yang sama, proses fabrikasi modul surya, inverter, serta komponen floater lainnya juga terus berjalan.
Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, menyampaikan bahwa proyek PLTS Terapung Karangkates diharapkan memberikan manfaat yang luas, baik bagi sistem ketenagalistrikan maupun masyarakat sekitar.
“PLTS Terapung Karangkates diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang signifikan, tidak hanya dari sisi energi tetapi juga sosial ekonomi. Berdasarkan perhitungan proyek, pembangkit ini berpotensi melistriki sekitar 100.000 rumah tangga dan mampu menekan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun,” ungkap Ndaru.
Selain memperkuat pasokan listrik bersih, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 600 lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, serta menarik peluang investasi dan pendanaan internasional. Di sisi lain, keberadaan proyek ini juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata di kawasan Kabupaten Malang. Area waduk yang akan dimanfaatkan untuk proyek PLTS terapung ini mencapai sekitar 71 hektare atau sekitar 5,3 persen dari total luas Waduk Karangkates.
Melalui pengembangan proyek tersebut, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang andal, inovatif, dan berkelanjutan guna mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih hijau.







