Porang Jadi Andalan Baru Lombok Timur, Harga Tembus Rp 10.200 per Kilogram

oleh -56 Dilihat
Petani porang di Lombok Timur.
Petani porang di Lombok Timur.

KabarBaik.co, Lombok Timur – Komoditas porang mulai diproyeksikan menjadi andalan baru Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pertanian daerah.

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyatakan porang kini menjadi salah satu komoditas unggulan yang mendapat perhatian serius pemerintah daerah karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan perawatan yang relatif mudah.

Ia mengungkapkan, harga porang di Lombok Timur saat ini mencapai Rp 10.200 per kilogram, bahkan melampaui harga yang ditetapkan Bulog.

“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Perawatannya relatif mudah karena tidak memerlukan pupuk khusus, dan waktu panennya fleksibel sesuai keinginan petani,” ujar Haerul Warisin saat audiensi bersama Dinas Perindustrian NTB dan Perum Bulog di ruang rapat bupati, Kamis (7/5).

Menurutnya, potensi produksi porang di Lombok Timur cukup besar. Dalam sehari, produksi porang dari bentuk umbi hingga tepung bisa mencapai 50 hingga 60 ton. Pemerintah daerah juga terus melakukan pengawasan untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi.

Selain porang, pemerintah daerah juga mulai memperkuat sektor perkebunan dan pertanian sebagai langkah pengendalian inflasi daerah. Bupati mengakui sebagian besar lahan di Lombok Timur ditanami kelapa dan membuka peluang kerja sama investasi untuk pengembangan komoditas tersebut.

Di sektor pertanian, Pemkab Lombok Timur juga fokus menjaga stabilitas harga cabai dan sayuran. Masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayur guna menekan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Sebelumnya, Pemkab Lombok Timur bahkan sempat mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk menjaga kestabilan harga di pasaran.

Sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta pemerintah provinsi melakukan identifikasi kebutuhan spesifik pada tujuh desa yang masuk program desa berdaya, yakni Desa Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.