KabarBaik.co – Puluhan santri Pondok Pesantren Al Falah, Desa Pacul, Kecamatan Kota Bojonegoro, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro pada Jumat (28/11) malam. Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima dari sekolah.
Informasi awal yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa terdapat sekitar 20 santriwati yang mengalami gejala keracunan. “Infonya sebanyak 20 santriwati Desa Pacul keracunan MBG dan sekarang dilarikan ke RSUD Bojonegoro,” ujar Ahmad Muslih, salah seorang warga Pacul.
Isu tersebut kemudian cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial seperti Facebook dan grup WhatsApp, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat.
Seiring viralnya kabar keracunan, pihak pesantren melalui salah satu pengurus memberikan klarifikasi. Dalam unggahan media sosialnya, ia menegaskan bahwa kasus keracunan tidak terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al Falah.
“Kami klarifikasi, bukan MBG yang ada di pesantren. Rata-rata yang keracunan adalah yang sekolah di luar. Saat ini tim kesehatan sedang menangani dan anak-anak sudah dirawat. Informasi lebih lanjut akan kami berikan setelah keadaan kondusif,” tulis Falah Udin El Falahi, Sabtu (29/11).
Klarifikasi tersebut juga dipertegas melalui maklumat resmi pondok pada hari yang sama. Dalam maklumat itu dijelaskan bahwa insiden keracunan murni berasal dari konsumsi MBG yang diberikan di sekolah, bukan dari makanan yang disediakan di lingkungan pesantren.
Pihak pesantren mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran kabar bohong (hoaks) terkait peristiwa tersebut. (*)






