KabarBaik.co, Sidoarjo — Matahari menyinari hampir seluruh wilayah Jawa Timur sejak pagi, Selasa (25/8). Cuaca cerah ini menjadi tanda puncak musim kemarau mulai terasa, dengan paparan sinar matahari yang cukup terik sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, cuaca di daratan Jatim diprediksi cerah mulai pagi hingga dini hari. Pada pagi, malam hingga dini hari masih berpeluang terjadi kabut atau asap, sedangkan siang hingga sore berpotensi terjadi udara kabur.
Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 9 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 33-100 persen. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 5-46 kilometer per jam.
Kondisi panas dan kering tersebut membuat tanaman maupun semak yang mengering lebih mudah terbakar ketika terkena sumber api. Masyarakat pun diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat angin bertiup cukup kencang.
Di tengah cerahnya kondisi daratan, BMKG maritim Tanjung perak juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Jawa Timur. Informasi tinggi gelombang BMKG periode 25-28 Agustus 2026 memperkirakan gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Bawean bagian utara dan selatan, Masalembu, utara Bangkalan, utara Sampang, Kepulauan Kangean bagian utara dan selatan, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang serta Gresik bagian utara.
Sementara gelombang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, berpeluang terjadi di Perairan Jember dan Banyuwangi. Kondisi angin di wilayah Jawa Timur sendiri didominasi dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 6-31 knot.
BMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan perlu mewaspadai angin mencapai 15 knot dengan gelombang 1,25 meter, kapal tongkang pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, serta kapal feri ketika angin mencapai 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
Dengan kondisi daratan yang cerah dan sejumlah perairan berpotensi gelombang tinggi, masyarakat diimbau tetap waspada. Warga di kawasan rawan kebakaran perlu menghindari aktivitas yang dapat memicu api, sementara nelayan dan pengguna jasa pelayaran sebaiknya memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melaut.(*)








