Rayakan Natal, Jemaat GKJW Slateng Jember Gunakan Injil dan Kidung Berbahasa Madura

oleh -47 Dilihat
IMG 20251225 WA0017
Perayaan natal di GKJW Slateng Jember . (Ist)

KabarBaik.co – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sumberpakem Pepanthan Slateng, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Jember pada perayaan malam Natal, Rabu (24/12).

Uniknya, puluhan jemaat di wilayah Jember Utara ini menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Yesus Kristus dalam bahasa Madura.

Iringan gitar yang syahdu menambah kehangatan ibadah saat jemaat melantunkan puji-pujian secara kompak. Gereja ini dikenal unik dan disebut sebagai satu-satunya di Indonesia yang konsisten menggunakan kitab Injil berbahasa Madura dalam kegiatan peribadatan.

Kitab Injil berbahasa Madura tersebut memiliki tebal 1.783 halaman, mencakup isi Perjanjian Lama yang diterjemahkan menjadi Perjanjian Kona, serta Perjanjian Baru yang disebut Perjanjian Anyar.

Alkitab khusus ini dirancang oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) di Jakarta dan diterbitkan pada tahun 1994.
Pendeta GKJW Sumberpakem, Eklesius, menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Madura dalam peribadatan di wilayah tersebut memiliki akar sejarah yang sangat panjang, yakni sejak tahun 1889.

“Penggunaan Injil berbahasa Madura di sini sudah berlangsung selama 143 tahun, sejak masa kolonial Belanda,” ungkap Eklesius saat ditemui Kamis (25/12).

Sejarah ini bermula ketika Belanda mengelola perkebunan di Jember Utara. Saat itu, seorang tokoh pribumi yang kemudian dikenal sebagai Pendeta Ebing, tertarik mempelajari ajaran Kristen. Setelah dibaptis oleh misionaris, ia diberi gelar ‘Guru Injil’ karena kemampuannya menyebarkan kabar sukacita kepada masyarakat sekitar.

Menurut Eklesius, penggunaan bahasa lokal bertujuan agar firman Tuhan lebih mudah dipahami oleh masyarakat setempat. Mengingat pada masa itu, mayoritas penduduk di Jember Utara adalah warga pendatang dari Pulau Madura.

“Agar lebih mudah dipahami dalam konteks lokal, baik bagi warga asli Madura maupun keturunannya yang menetap di sini,” tambahnya.

Hingga kini, tradisi tersebut tetap dipertahankan sebagai bentuk pelestarian warisan dari para penyebar agama Kristen pertama di Jember Utara. Selain Alkitab, gereja ini juga memiliki kitab pendukung berupa Kidung Pasamuan Kristen Jawi dan lagu-lagu populer yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Madura.

“Ada lebih dari 200 lagu pujian yang sudah diterjemahkan. Kami berkomitmen menjaga warisan pendahulu agar tidak hilang. Sampai hari ini, hanya gereja kami yang konsisten menggunakan bahasa Madura dalam setiap peribadatan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.