KabarBaik.co, Gresik – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik menggelar razia gabungan bersama aparat penegak hukum (APH) untuk memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Senin (25/5) malam.
Razia yang dimulai pukul 19.00 WIB itu melibatkan petugas Rutan Gresik, personel Polsek Cerme, serta Koramil Cerme. Kegiatan dipimpin langsung Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Ruspriyatno.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ditjenpas guna meningkatkan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan rutan.
Sebelum razia dimulai, seluruh petugas mengikuti apel bersama. Dalam arahannya, Ruspriyatno meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Laksanakan pemeriksaan secara teliti dan humanis. Pastikan seluruh area diperiksa dengan baik guna meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Usai apel, petugas dibagi menjadi tiga tim untuk menyisir sejumlah kamar hunian, yakni Blok B1 bawah, Blok D2 bawah, dan Blok Wanita 1.
Dalam razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan badan warga binaan, penggeledahan kamar, hingga pengecekan barang-barang milik penghuni rutan guna memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Kepala Rutan Gresik Eko Widiatmoko mengatakan, razia gabungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum sekaligus menjaga kondisi rutan tetap kondusif.
“Razia gabungan ini merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum sekaligus memastikan situasi rutan tetap kondusif. Alhamdulillah, dari hasil razia tidak ditemukan barang-barang terlarang seperti handphone maupun obat-obatan terlarang. Kami berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Eko, Selasa (26/5).
Menurut dia, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari implementasi deteksi dini dan penguatan pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.
Dengan sinergi antara petugas pemasyarakatan dan aparat penegak hukum, keamanan dan ketertiban di Rutan Gresik diharapkan tetap terjaga sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan optimal.(*)








