KabarBaik.co, Sidoarjo – Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, regenerasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Kaderisasi dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan estafet perjuangan tetap berjalan, khususnya bagi generasi muda dalam memperkuat Nahdlatul Ulama (NU).
Komitmen terhadap pentingnya regenerasi ini disampaikan Ketua Panitia Harlah NU Sidoarjo, Isa Hasanuddin, usai peringatan satu abad NU yang digelar PCNU Sidoarjo di kawasan tanggul Lapindo. Menurutnya, kaderisasi menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Di NU tidak ada kekosongan kader. Semua telah disiapkan melalui proses panjang di berbagai tingkatan organisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan proses kaderisasi berlangsung secara berjenjang dan terstruktur. Melalui sistem ini, generasi muda dipersiapkan untuk melanjutkan peran ulama dan menjaga nilai-nilai organisasi di masa depan.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur Ahmad Hakim Jayli. Ia menekankan bahwa kader NU harus siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai dasar organisasi.
“Tema satu abad NU harus dimaknai sebagai kesiapan kader untuk tampil di level global, menguasai teknologi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai ulama,” katanya.
Momentum satu abad NU ini menjadi penegasan bahwa regenerasi melalui kaderisasi merupakan kunci utama dalam menjaga eksistensi organisasi, sekaligus memastikan peran generasi muda tetap menjadi bagian penting dalam melanjutkan perjuangan NU. (*)







