Rehabilitasi Sekolah di Lamongan Diresmikan, Dorong Penguatan Infrastruktur dan Kualitas Pembelajaran

oleh -30 Dilihat
1000321047
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan rehabilitasi sekolah di Lamongan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan revitalisasi, rehabilitasi, dan pembangunan sarana prasarana SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Lamongan dan Gresik, Rabu (4/3).

Peresmian tersebut digelar di SMAN 2 Lamongan dan menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes mengatakan, rehabilitasi sekolah menjadi momentum penting untuk mendorong perbaikan kualitas pendidikan di daerah.

“Peresmian rehabilitasi untuk sekolah menjadi momentum penting dalam mendorong perbaikan kualitas pendidikan. Baik dari segi infrastruktur, maupun kualitas belajar mengajar,” tutur Pak Yes.

Menurutnya, pembangunan pendidikan di Lamongan tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.

Hal tersebut, kata dia, tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan pada 2025 yang mencapai 76,81 atau berada di atas rata-rata target.

“Di Lamongan terus kita dorong tidak hanya infrastruktur, tapi kualitas belajar mengajar juga kita perbaiki. Salah satu alat ukur yang dapat dilihat adalah IPM kita yang cukup tinggi, 76,8. Ini di atas rata-rata,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lamongan juga menggulirkan sejumlah program strategis untuk memperkuat sektor pendidikan. Beberapa di antaranya yakni Beasiswa Perintis, Program Aksi Bina Pendidikan Inklusif dan Responsif (Aksi Biru), serta Gerakan Kesetaraan Belajar Desa (Gertak Desa).

Pak Yes menyebut, program Beasiswa Perintis telah membantu hampir 8.000 anak di Lamongan untuk melanjutkan pendidikan.

“Motivasi kita adalah agar tidak ada anak Lamongan yang tidak sekolah karena terhambat keterbatasan biaya. Melalui Perintis Beasiswa hampir 8 ribu anak telah kita biayai. Program Aksi Biru membantu anak-anak yang sempat tidak sekolah untuk kembali bersekolah. Gertak Desa juga kita hadirkan untuk memperluas akses kesetaraan belajar,” tambahnya.

Ia menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi emas di masa depan. Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) berkualitas merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar 400 sekolah di Jawa Timur yang mendapatkan program revitalisasi dan rehabilitasi.

Ia berharap program tersebut mampu memperkuat daya dukung lingkungan sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Kita berharap revitalisasi ini akan menguatkan daya dukung sekolah. Daya dukung lingkungan sekolah harus kita siapkan dan jaga bersama. Setiap lembaga pendidikan penting untuk mengedepankan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” tuturnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga fasilitas sekolah agar tetap terawat dengan baik sehingga lingkungan belajar yang kondusif dapat terus terjaga.

Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah, penguatan sarana prasarana pendidikan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.