Residu Terlambat Diangkut, Sampah Sempat Menggunung di TPS3R Sedati Gede Sidoarjo

oleh -113 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 03 at 3.46.25 PM
Bupati Sidoarjo saat melakukan sidak di TPS3R Sedati gede (Dok Kominfo Sidoarjo)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Tumpukan sampah sempat terlihat menggunung di TPS3R Desa Sedati Gede, Sedati, di tengah meningkatnya produksi limbah rumah tangga selama Ramadan. Kondisi itu dipicu keterlambatan pengangkutan residu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga sisa sampah yang tak bisa diolah menumpuk beberapa hari.

Situasi tersebut membuat Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melakukan sidak, Selasa (3/3). Ia ingin memastikan persoalan penumpukan segera tertangani, mengingat volume sampah selama bulan puasa cenderung meningkat.

Setiap harinya, TPS3R Sedati Gede mengelola sekitar 14 ton sampah. Sampah dipilah antara yang memiliki nilai ekonomi untuk didaur ulang dan residu yang harus dikirim ke TPA. Namun, ketika residu tidak segera diangkut, area penampungan pun tak mampu lagi menahan beban.

Dalam sidak tersebut, Subandi langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan pembersihan menyeluruh. Ia menegaskan, keterlambatan seperti ini tidak boleh terulang, apalagi lokasi TPS3R berada tak jauh dari kawasan bandara yang harus tetap terjaga kebersihannya.

“Dan ini tadi juga kita perintahkan hari ini clean-up terkait kemarin gara-gara tidak diambil DLHK. DLHK sudah kita perintahkan hari ini clean-up. Kalau ini kita biarkan nanti busuk, mengganggu lingkungan, apalagi dekat bandara ya,” tegasnya.

Meski demikian, Subandi tetap memberikan apresiasi terhadap sistem pengelolaan di TPS3R tersebut. Ia menilai manajemennya sudah tertata dan mampu berjalan mandiri, bahkan layak menjadi percontohan bagi TPST lain di Kabupaten Sidoarjo.

“Ini tadi kita lihat TPST Sedati Gede bentuk pengolahannya sudah bagus, manajemennya bagus ya, juga yang luar biasa ini sudah bisa mandiri,” ujarnya.

Selain soal teknis pengolahan, ia juga menyoroti dampak sosial yang dirasakan warga. Sekitar 90 persen pekerja di TPS3R merupakan warga Sedati Gede, sehingga membantu mengurangi angka pengangguran di desa.

“Pegawainya 90 persen warga Sedati Gede. Pengangguran yang ada di wilayah desa masing-masing juga akan berkurang. Hari ini contohnya di Sedati Gede, BPJS saja sudah terpenuhi, gajinya sudah Rp 3 juta,” jelasnya.

Ke depan, Subandi mendorong agar pola pengelolaan seperti ini dapat diterapkan di TPST lain, terutama desa yang memiliki Tanah Kas Desa (TKD). Ia menargetkan sampah yang dikirim ke TPA cukup 20 hingga 30 persen saja, sehingga tidak terjadi penumpukan residu.

Untuk mengatasi kondisi terkini, alat berat akan diterjunkan guna meratakan tumpukan sampah dan mempercepat pengangkutan. Ia optimistis pembersihan bisa rampung dalam waktu singkat.

“Minimal besok kita sudah selesai seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sedati Gede, M Nasruddin, mengakui masih ada sejumlah kebutuhan yang perlu dipenuhi. Mulai dari tambahan tungku pengolahan hingga armada angkut yang masih terbatas.

“Ya, pengelolaan sampah, termasuk untuk tungku, termasuk kekurangan armada, seperti itu ya tadi sudah saya sampaikan,” tuturnya.

Di tengah lonjakan sampah selama Ramadan, operasional TPS3R dipastikan tetap berjalan setiap hari tanpa libur. Sebab, aktivitas rumah tangga seperti memasak dan membuang sampah tidak pernah berhenti. Penanganan residu yang tepat waktu pun menjadi kunci agar persoalan tumpukan sampah tak kembali terulang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.