KabarBaik.co, Mataram – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB Ahsanul Khalik menegaskan bahwa keberhasilan implementasi program NTB Satu Data sangat bergantung pada kualitas proses pengelolaan data, mulai dari tahap perencanaan hingga penyebarluasan.
Hal tersebut disampaikan terkait Integrasi Portal NTB Satu Data dengan Portal PELITA.
Menurutnya, penyelenggaraan NTB Satu Data harus melalui empat tahapan utama, yakni perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, dan penyebarluasan data. Setiap tahapan memiliki peran krusial dalam memastikan data yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan bermanfaat.
“Tanpa perencanaan yang baik, data tidak akan relevan. Tanpa validasi, data tidak dapat dipercaya. Dan tanpa diseminasi, data tidak akan bermanfaat,” tegas Ahsanul, Kamis (16/4).
Ia mengungkapkan, saat ini NTB telah memiliki 921 jenis data yang diproduksi oleh 43 perangkat daerah. Data tersebut mencakup berbagai indikator pembangunan strategis, mulai dari RPJMD, Standar Pelayanan Minimal (SPM), hingga prioritas nasional.
Meski demikian, Ahsanul mengingatkan bahwa jumlah data yang besar tidak serta-merta menjamin kualitas. Tantangan ke depan, kata dia, adalah memastikan seluruh data tersebut konsisten, terstandar, terintegrasi, serta benar-benar dimanfaatkan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.
“Yang terpenting bukan hanya banyaknya data, tetapi bagaimana data itu bisa digunakan secara optimal untuk mendukung kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen dari pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung gerakan Satu Data. Tanpa kolaborasi lintas daerah, sistem yang telah dibangun berpotensi tidak berjalan maksimal.
“Tanpa komitmen kabupaten/kota, maka Satu Data hanya akan menjadi sistem, bukan gerakan,” tegasnya.(*)






