KabarBaik.co, Batu – Tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, arah pembangunan Kota Batu ditegaskan pada tiga fondasi utama, yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), pelestarian lingkungan, dan penataan birokrasi.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 dengan visi Mbatu Sae, pasangan ini menempatkan pendidikan sebagai prioritas strategis pembangunan jangka panjang. Salah satu program unggulan yang paling menonjol adalah Program Beasiswa 1.000 Sarjana.
Program tersebut dirancang untuk menekan kesenjangan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja di daerah. Pemerintah Kota Batu juga menggandeng sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) guna memperkuat pembiayaan program, termasuk dukungan dari Bank Jatim.
Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa program beasiswa ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan.
“Program Beasiswa 1.000 Sarjana merupakan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan layanan serta pemerataan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM. Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun peradaban dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurochman, Jumat (27/2).
Hingga saat ini, ratusan pendaftar telah diverifikasi dan siap menerima bantuan pembiayaan kuliah, mulai dari pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga tunjangan bagi mahasiswa kurang mampu. Kerja sama juga telah dijalin dengan belasan perguruan tinggi di Jawa Timur guna memastikan program berjalan bertahap dan berkelanjutan.
Selain fokus pada pendidikan, Nurochman menekankan bahwa pembangunan Kota Batu tidak hanya berorientasi pada proyek fisik, melainkan juga pada kualitas pelayanan publik. “Kami semua bersyukur dengan momen satu tahun ini dan menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja pelayanan bagi masyarakat,” katanya.
Ia memastikan sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Heli Suyanto menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, Kota Batu yang dikenal dengan potensi pariwisata dan pertanian harus menjaga keseimbangan alam demi keberlangsungan ekonomi jangka panjang.
“Lingkungan adalah kekuatan utama Kota Batu. Jika kita abai, dampaknya bukan hanya pada ekologi, tetapi juga pada ekonomi masyarakat yang bergantung pada keindahan dan ketertiban kota ini,” ujarnya.
Heli juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) guna mewujudkan pelayanan publik yang cepat, jelas, dan responsif. “Masyarakat harus merasakan pelayanan yang lebih cepat dan jelas. Itu komitmen kami sejak awal pemerintahan,” tegasnya.
Meski sejumlah capaian telah diraih dalam setahun terakhir, Pemerintah Kota Batu mengakui masih ada program berskala besar yang dijalankan secara bertahap menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Kebijakan Mbatu Sae tetap diprioritaskan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat, sementara proyek infrastruktur disusun berdasarkan skala prioritas dan kapasitas anggaran daerah. (*)








