KabarBaik.co, Surabaya – Dinas Kominfo Jatim terus bergerak maju dalam mendukung transformasi digital. Kali ini, instansi tersebut membekali para ASN dengan keterampilan produksi materi presentasi berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui pelatihan internal yang digelar di Surabaya, Jumat (29/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi digital para pegawai agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. Selain itu, pelatihan ini bertujuan agar ASN mampu menghasilkan materi komunikasi pemerintahan yang kreatif, efektif, dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita mengatakan pelatihan ini diharapkan menjadi wadah bagi pegawai untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan teknologi.
“Manfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam menyusun presentasi berbasis AI. Belajar hari ini, praktik hari ini, sehingga mampu menghadirkan materi yang lebih inovatif, menarik, dan efektif,” ujar Sherlita.
Sherlita juga mengapresiasi kerja keras tim kreatif di lingkungan Kominfo Jatim yang selama ini berkontribusi besar dalam pengembangan desain visual dan pengelolaan media sosial instansi. Ia berharap semangat belajar yang dibangun melalui kegiatan ini dapat melahirkan berbagai inovasi baru dalam penyajian informasi publik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi berkelanjutan, Kominfo Jatim juga berencana menggelar kompetisi internal. Ajang ini nantinya akan menjadi sarana untuk mendorong kreativitas pegawai dalam menghasilkan materi presentasi yang semakin menarik dan profesional.
AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia
Pelatihan tersebut menghadirkan CEO Paradise Pictures, Vicky Arief Herinadharma, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Vicky memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif yang diambil oleh Kominfo Jatim dalam memperkenalkan pemanfaatan AI kepada seluruh jajarannya.
“Saya melihat Kominfo Jatim sangat progresif karena mengajak seluruh pegawai memahami perkembangan AI. Langkah ini penting agar transformasi digital dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” katanya.
Vicky menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital, termasuk AI, perlu dipahami secara sederhana agar mudah diterapkan. Menurutnya, AI hadir bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi alat yang mempercepat proses kerja, mulai dari pencarian ide, penyusunan konten, hingga pembuatan desain visual yang menarik.
“Dulu kalau membuat presentasi masih menggunakan kertas mika dan proyektor sederhana, sekarang semua bisa dilakukan dengan gadget dan teknologi digital,” ujarnya mencontohkan perubahan zaman.
Selain teknis pemanfaatan teknologi, materi pelatihan juga mengulas pentingnya strategi komunikasi publik, agenda setting, serta teknik mengemas pesan-pesan pemerintahan menjadi konten yang efektif, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. (*)






