Sempat Dilaporkan Hilang, Bocah SD Jember Ditemukan Tewas di Aliran Sungai

oleh -122 Dilihat
Korban saat ditemukan oleh warga. (Foto: Ist)
Korban saat ditemukan oleh warga. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Seorang anak perempuan berstatus pelajar sekolah dasar (SD) yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin (27/7) sore, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (28/7) pagi.

Korban ditemukan mengapung di aliran sungai area persawahan Dusun Krajan, Desa Rejoagung, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.

Korban diketahui bernama Silvia Ramadani, 11, seorang siswi kelas 5 SD warga Dusun Pucuan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro.

Kapolsek Semboro AKP M. Na’i, membenarkan penemuan jasad bocah tersebut. Penemuan berawal dari laporan warga yang sedang menggarap sawah sekitar pukul 08.30 WIB.

“Saksi yang sedang membajak dan mengairi sawah melihat sesosok mayat dalam kondisi tengkurap di aliran sungai. Mayat tersebut masih mengenakan pakaian lengkap,” ujar AKP M. Na’i, Selasa (28/7).

Melihat hal tersebut, saksi langsung menghubungi perangkat Desa Rejoagung yang kemudian meneruskan laporan ke SPKT Polsek Semboro serta petugas medis dari Puskesmas Semboro. Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.

Na’i menjelaskan, sehari sebelum jasad ditemukan, pihak Polsek Semboro telah menerima laporan kehilangan anak atas nama Silvia Ramadani pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Ciri-ciri korban saat dilaporkan hilang yakni mengenakan kaos olahraga oranye bertuliskan SD Sidomulyo 01 Kecamatan Semboro serta gaun panjang warna hitam identik dengan kondisi jasad yang ditemukan di sungai.

“Setibanya jasad dievakuasi, pihak keluarga dipanggil untuk memastikan. Pihak keluarga membenarkan bahwa jasad tersebut adalah anak mereka yang hilang sejak kemarin sore,” jelas Kapolsek.

Setelah dipastikan identitasnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk diproses pemakaman. Ayah kandung korban, Yoyon Hermanto, 45 tahun memilih untuk menolak dilakukan proses autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan resmi menolak autopsi. Jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas AKP M. Na’i.

Dalam penanganan lokasi kejadian (TKP), jajaran Polsek Semboro bersama Tim Medis Puskesmas Semboro dan Pemerintah Desa setempat turut mendampingi proses evakuasi hingga penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.