Sempat Dilaporkan Hilang, Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi: Saya Tidak Diculik, Hanya Cari Obat

oleh -53 Dilihat
IMG 20250609 WA0013
Mantan Ketua DPRD Jatim, Kusnadi saat berada di Mapolsek Balongbendo.

KabarBaik.co – Setelah sempat menggegerkan publik karena dikabarkan menghilang selama beberapa hari menjelang Lebaran Idul Adha, mantan Ketua DPRD Jawa Timur akhirnya muncul dan buka suara.

Ia membantah keras bahwa dirinya diculik atau mengalami sesuatu yang membahayakan. Dalam sebuah pengakuannya, ia menceritakan bahwa kepergiannya semata-mata untuk mencari ketenangan dan pengobatan alternatif.

“Saya itu kan tinggal di peternakan, dan itu saya tinggal sendirian, terus terang saja,” ucapnya saat ditemui di Mapolsek Balongbendo, Senin (9/6).

Menurutnya, dua minggu sebelum keberangkatan, seorang teman dari Pamekasan, Madura, datang ke tempatnya untuk survei membuka Warung Madura. Teman tersebut sempat beberapa kali menginap meskipun hanya tidur di kursi. Dan menjelang lebaran, temannya hendak kembali ke kampung halaman.

“Saya ini kan, ya mohon maaf ya, karena saya ini sudah tidak bareng dengan ibunya, saya tinggal sendiri di situ saya mikir, mosok lebaran-lebaran saya tinggal sendirian di sini, terus laopo,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini tengah berjuang melawan penyakit kanker getah bening.

“Saya ini kena kanker getah bening stadium 3B dan saya 17 kali kemo, sudah hampir dua tahun saya kena kanker, jadi rasanya bosan, maka saya juga cari obat alternatif lah,” imbuhnya.

Perjalanan ke Madura itu, lanjutnya, bukan sekadar untuk melepas penat, tetapi juga mencari alternatif pengobatan spiritual dan doa dari para kiai. Ia tinggal di sebuah pesantren di sana.

Namun tak disangka, karena keteledoran, handphone miliknya tertinggal di dalam mobil saat tiba di lokasi.

“Itu saya taruh di belakang jok, turun di sana lupa ngambil, akhirnya sudah sekitar jam 11-an, ngobrol udah selesai, saya cariin mobilnya, supirnya itu yang punya mobil itu sudah pergi,” ujarnya.

Handphone tersebut baru kembali ke tangannya pada malam Sabtu setelah pemilik mobil mengantarkannya.

“Saya lihat mati hp-nya karena kehabisan baterai. Saya pinjam charger teman itu, handphone-nya itu Nokia jadi tidak sama, barulah tadi malam ada teman satu lagi datang bawa charger-an baru saya cas sekitar jam 11 malam,” tuturnya.

Begitu bisa mengakses handphone dan membaca berita, ia langsung menghubungi anaknya.

“Saya buka berita itu masyaallah luar biasa isinya, saya kemudian berkabar ke anak. Yo wis, Pak, subuh-subuh tak jemput,” kenangnya.

Ia mengakui bahwa kesalahannya adalah tidak sempat memberi kabar kepada keluarga, namun bukan karena ia sengaja.

“Saya tidak diculik, saya tidak melarikan diri, saya tidak hilang, saya tidak menghilang, saya tidak dianiaya. Malah di sana itu dikasih makan sate, dikasih makan gulai pas lebaran haji,” ucapnya sambil tertawa kecil.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, termasuk masyarakat dan media.

“Saya mohon maaf sekali kepada seluruh masyarakat, dan saya mohon maaf betul,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.