KabarBaik.co, Batu – Coban Putri menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Batu yang menawarkan perpaduan keindahan alam dan aktivitas petualangan yang memacu adrenalin. Air terjun bertingkat yang dikenal sebagai tempat pemandian permaisuri ini kini semakin populer di kalangan wisatawan.
Tak hanya menyuguhkan panorama alam yang asri, Coban Putri menghadirkan beragam aktivitas wisata alam bebas. Mulai dari canyoning, via ferrata (panjat tebing), glamping, camping, off road, outbound, hingga paintball.
Salah satu petugas setempat, Oky, yang telah bekerja selama tujuh tahun, menyebut harga tiket masuk kawasan wisata ini masih terjangkau. “Tiket masuk ke Coban Putri sebesar Rp10 ribu, dan sampai sekarang belum ada kenaikan,” ujarnya, Sabtu (18/4).

Menurut Oky, saat ini kunjungan wisatawan didominasi oleh rombongan outbound, sebagian besar berasal dari luar Malang Raya. Dari berbagai aktivitas yang tersedia, canyoning dan glamping menjadi yang paling diminati, sementara off road mulai mengalami penurunan minat.
“Untuk canyoning dan glamping memang favorit, tapi harus reservasi dulu melalui admin karena sistemnya paketan sesuai permintaan konsumen,” jelasnya.
Canyoning Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu aktivitas unggulan di Coban Putri adalah canyoning, yakni olahraga ekstrem yang dilakukan dengan menyusuri aliran sungai dan air terjun menggunakan teknik berjalan, memanjat, melompat, berenang hingga turun tebing (rapelling).
Di lokasi ini, wisatawan dapat menuruni air terjun dengan ketinggian sekitar 35 meter, menjadikannya pengalaman yang menantang sekaligus memacu adrenalin. Meski belum terlalu populer di Indonesia, canyoning telah berkembang sejak lama di Amerika Serikat dan mulai dikenal luas sejak 1990-an.

Salah satu wisatawan asal Malang, Dina Choirotul Anisa, mengaku tertarik mencoba canyoning setelah melihat aktivitas tersebut di media sosial. “Kebetulan saya memang suka olahraga dan eksplor alam, jadi makin tertarik,” ujarnya.
Meski baru pertama kali mencoba, ia merasa aman karena didampingi instruktur profesional.
Owner Ciliwung Camp Canyoning, Maksum, mengatakan pihaknya rutin membuka open trip canyoning di Coban Putri. “Apalagi sekarang viral di media sosial, jadi banyak yang berminat,” katanya.
Untuk mengikuti satu sesi canyoning, peserta dikenakan biaya sekitar Rp 350 ribu per orang dengan kuota terbatas, yakni sekitar 10 orang per trip. Setiap sesi hampir selalu penuh. Sebelum kegiatan dimulai, peserta diwajibkan mengikuti briefing dan simulasi, terutama bagi pemula. Selain pengalaman ekstrem, peserta juga mendapatkan dokumentasi foto menarik selama aktivitas berlangsung.
Kunjungan Fluktuatif, Libur Lebaran Capai Ratusan Wisatawan

Jumlah kunjungan wisatawan ke Coban Putri cenderung fluktuatif. Namun saat musim liburan, termasuk libur Lebaran, jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang per hari. Selain itu, paket outbound dan paintball juga kerap menjadi pilihan utama bagi wisata rombongan.
Meski menyediakan area camping, pengelola belum menyiapkan penjaga malam. Wisatawan yang menginap diminta melakukan pembayaran tiket keesokan harinya. Keberadaan Coban Putri juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Akses jalan menuju lokasi kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya yang hanya berupa jalan setapak.
Pengelola juga aktif menjalankan program pelestarian lingkungan, seperti penghijauan di kawasan wisata. Oky berharap ke depan fasilitas di Coban Putri dapat terus ditingkatkan agar mampu menarik lebih banyak wisatawan. “Harapannya fasilitas di sini bisa diperbaiki agar lebih banyak orang datang dan Coban Putri semakin ramai dikunjungi,” tandasnya. (*)







