KabarBaik.co, Batu – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat ada sebanyak 296.993 kunjungan wisatawan selama periode libur panjang yang meliputi Hari Kenaikan Yesus Kristus, Hari Raya Waisak, Hari Raya Idul Adha, hingga Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Data tersebut merupakan hasil pemantauan sementara yang dilakukan sejak 13 Mei hingga 31 Mei 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengungkapkan angka tersebut merupakan akumulasi kunjungan wisatawan yang menginap di hotel maupun yang berkunjung ke berbagai daya tarik wisata (DTW) di Kota Batu.
“Grand total sementara kunjungan wisatawan, baik yang memilih menginap di akomodasi hotel maupun yang mengunjungi langsung daya tarik wisata di Kota Batu, tercatat sebanyak 296.993 kunjungan,” ujarnya, Senin (1/6).
Meski demikian, Onny menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Hingga saat ini, tingkat pelaporan dari pelaku usaha pariwisata yang menjadi responden pendataan baru mencapai 45,12 persen.
Pendataan dilakukan terhadap 90 usaha akomodasi atau hotel dan 49 daya tarik wisata yang tersebar di wilayah Kota Batu. Sementara itu, data dari sektor kuliner seperti restoran, kafe, dan rumah makan, serta data wisatawan yang menginap di homestay dan vila yang dikelola paguyuban, belum masuk dalam rekapitulasi.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Minggu (31/5), pukul 17.04 WIB, sektor akomodasi mencatat total kunjungan sebanyak 37.778 wisatawan. Tingkat okupansi hotel harian mencapai 95,94 persen, sedangkan tingkat keterisian akomodasi secara akumulatif tercatat sebesar 40,83 persen.
Di sisi lain, sektor daya tarik wisata menjadi penyumbang terbesar pergerakan wisatawan. Total kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Kota Batu mencapai 259.215 orang selama periode pemantauan.
Menurut Onny, angka kunjungan yang tercatat saat ini diperkirakan masih akan terus bertambah. Selain karena masih banyak pelaku usaha yang belum menyampaikan laporan, periode pemantauan juga masih berlangsung hingga 5 Juni 2026.
“Data ini belum mencakup pergerakan wisatawan yang berkunjung ke usaha kuliner maupun yang menginap di homestay dan vila. Karena itu, jumlah kunjungan riil di lapangan kemungkinan jauh lebih besar,” ujarnya.
Disparta Kota Batu optimistis tren positif kunjungan wisatawan selama rangkaian libur nasional tahun ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Tingginya mobilitas wisatawan diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha pariwisata, perhotelan, kuliner, serta sektor ekonomi kreatif lainnya.
Dengan masih berlangsungnya masa libur dan proses pengumpulan data yang belum selesai, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. (*)






