Sepak Bola Masih Bermimpi, Indonesia Kembali Lolos ke Piala Dunia Esport FIFA 2026

oleh -199 Dilihat
ESPORT TIMNAS
Tim nasional Indonesia yang diperkuat Elga Cahya Putra (kanan) dan Mohamad Akbar Paudie (kiri) merayakan kelolosan mereka ke Piala Dunia Esport FIFA atau FIFAe World Cup 2026 kategori konsol untuk gim eFootball.

KabarBaik.co, Malaysia— Ketika sepak bola Indonesia masih menanti kesempatan untuk kembali mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia, tim nasional esport sudah lebih dulu memastikan tempat di panggung dunia.

Indonesia lolos ke FIFAe World Cup 2026 kategori eFootball Console setelah menyingkirkan tuan rumah Malaysia pada semifinal FIFAe Continental Championship AFC 2026 di Kuala Lumpur, Jumat (21/8).

Tiket tersebut diraih dengan cara yang tidak mudah. Indonesia yang diperkuat Elga Cahya Putra dan Mohamad Akbar Paudie sempat tertinggal setelah kalah 0-1 pada pertandingan pertama. Namun, duo Merah Putih bangkit pada laga kedua dan tampil dominan untuk menang 2-0. Indonesia pun membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan agregat 2-1.

Hasil tersebut memastikan Indonesia melaju ke final Kejuaraan Kontinental FIFAe AFC 2026 sekaligus mengunci tiket ke FIFAe World Cup 2026.

Jika sepak bola Indonesia masih bermimpi ke Piala Dunia, e-sport Indonesia sudah lebih dulu tiba di sana. Tentu, FIFA World Cup dan FIFAe World Cup merupakan dua kompetisi berbeda dengan ekosistem masing-masing. Namun, keberhasilan tersebut tetap memperlihatkan bagaimana Merah Putih kembali memiliki tempat di panggung dunia, kali ini melalui dua pemain yang bertanding di depan konsol.

Di Malaysia, Indonesia harus bekerja keras untuk mendapatkan tiket tersebut. Pada pertandingan pertama semifinal, Malaysia mampu memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk mengalahkan Indonesia 1-0. Kekalahan itu membuat Elga dan Paudie berada dalam posisi wajib menang pada laga kedua jika ingin membalikkan keadaan.

Respons mereka nyaris sempurna. Indonesia bermain lebih agresif pada pertandingan kedua dan mencetak dua gol tanpa balas. Kemenangan 2-0 tersebut mengubah agregat menjadi 2-1 sekaligus menghentikan langkah Malaysia di hadapan pendukungnya sendiri.

Mentalitas comeback itu menjadi salah satu cerita utama perjalanan Indonesia di Kuala Lumpur. Menariknya, Jepang juga mengalami situasi serupa pada semifinal lainnya. Jepang secara mengejutkan takluk 0-3 dari Yordania pada pertandingan pertama. Namun, mereka bangkit luar biasa pada laga kedua dengan kemenangan telak 5-0.

Jepang pun membalikkan agregat dan menyusul Indonesia ke final. Dengan demikian, partai puncak Sabtu (22/8) akan mempertemukan dua tim yang sama-sama baru saja melakukan comeback dramatis di semifinal.

Namun, yang lebih penting bagi Indonesia bahwa tiket menuju panggung dunia sudah berada di tangan. Keberhasilan lolos ke FIFAe World Cup 2026 membuat Indonesia mencatat penampilan ketiga secara beruntun di ajang tersebut untuk kategori eFootball Console.

Rekam jejak itu semakin istimewa karena Indonesia bukan sekadar peserta. Pada FIFAe World Cup 2024, Indonesia membuat sejarah dengan menjuarai kategori eFootball Console. Gelar tersebut menjadikan Indonesia sebagai juara dunia pertama dalam kompetisi FIFAe yang menggunakan eFootball.

Setahun kemudian, Indonesia kembali menunjukkan konsistensinya dengan menembus fase akhir FIFAe World Cup 2025. Langkah skuad Merah Putih saat itu terhenti di semifinal setelah kalah dari Italia. Kini, Indonesia kembali ke panggung dunia.

Artinya, setelah menjadi juara pada 2024 dan kembali bersaing di papan atas pada 2025, Indonesia akan memiliki kesempatan ketiga berturut-turut untuk menunjukkan kekuatannya di FIFAe World Cup.

Bagi Elga dan Paudie, tiket tersebut juga menjadi kesempatan untuk membawa Indonesia kembali ke posisi tertinggi setelah mahkota dunia yang diraih dua tahun lalu.

Sebelum memikirkan panggung dunia, Indonesia masih memiliki satu pertandingan yang harus diselesaikan di Kuala Lumpur. Final melawan Jepang akan menjadi kesempatan bagi Elga dan Paudie untuk menutup Kejuaraan Kontinental FIFAe AFC 2026 dengan gelar juara.

Pertandingan tersebut mempertemukan dua tim yang sama-sama menunjukkan daya juang luar biasa di semifinal. Indonesia membalikkan kekalahan 0-1 dari Malaysia menjadi kemenangan agregat 2-1, sementara Jepang mengubah defisit tiga gol melawan Yordania menjadi kemenangan agregat setelah menang 5-0 pada pertandingan kedua.

Tiket Piala Dunia memang sudah dikantongi. Tetapi trofi Asia masih diperebutkan. Bagi Indonesia, kemenangan atas Jepang akan membuat perjalanan ke Piala Dunia 2026 terasa lebih lengkap. Mereka tidak hanya data ng sebagai negara yang pernah menjadi juara dunia, tetapi juga sebagai juara Asia yang baru.

Pencapaian tim eFootball Indonesia juga menghadirkan perspektif menarik bagi olahraga nasional. Selama bertahun-tahun, Piala Dunia sepak bola menjadi salah satu ukuran tertinggi prestasi sebuah negara di olahraga. Indonesia masih menunggu kesempatan untuk kembali menembus panggung tersebut.

Sepak bola mungkin masih harus menunggu kesempatan berikutnya. Sementara itu, e-sport sudah lebih dulu berangkat. Dan kali ini, mereka datang bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai salah satu kekuatan yang layak diperhitungkan dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.