Serapan Gabah Tembus 500 Ribu Ton, Bulog Jatim Perkuat Stok dan Jaga Harga Petani

oleh -124 Dilihat
Bulog jatim
Dengan capaian yang telah melampaui 500 ribu ton, Bulog Jatim optimistis target tersebut dapat terpenuhi.

KabarBaik.co, Surabaya – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat capaian signifikan dalam penyerapan hasil panen petani di tengah momentum panen raya yang masih berlangsung di berbagai daerah. Hingga 15 April 2026, realisasi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) telah menembus lebih dari 500.000 ton setara beras.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan percepatan serapan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sejalan dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang pengadaan dan pengelolaan gabah atau beras dalam negeri.

“Mayoritas wilayah di Jawa Timur masih panen raya. Kami hadir secara maksimal untuk menyerap gabah petani dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram, sehingga harga di tingkat petani tetap terjaga,” ujarnya di Surabaya, Jumat (17/4).

Secara nasional, pemerintah menargetkan penyerapan beras mencapai 4 juta ton pada tahun ini, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3 juta ton. Khusus untuk Jawa Timur, Bulog ditargetkan menyerap 883.912 ton beras.

Dengan capaian yang telah melampaui 500 ribu ton, Bulog Jatim optimistis target tersebut dapat terpenuhi. Optimisme ini didukung oleh potensi panen padi yang masih tinggi di sejumlah wilayah.

Melimpahnya serapan gabah turut berdampak pada ketersediaan stok beras di gudang Bulog. Saat ini, Bulog Jawa Timur mengelola stok sekitar 1,174 juta ton setara beras. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran hingga 14 bulan ke depan.

“Stok kami sangat mencukupi dan akan terus bertambah. Masyarakat tidak perlu khawatir. Untuk mengantisipasi lonjakan hasil panen, kami juga menambah kapasitas penyimpanan melalui kerja sama sewa gudang agar kualitas beras tetap terjaga,” tegasnya.

Keberhasilan penyerapan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI/Polri, dinas pertanian, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, hingga mitra kerja yang aktif mengawal pengadaan serta sosialisasi kebijakan HPP di tingkat petani.

Selain beras, Bulog Jawa Timur juga mengakselerasi penyerapan jagung. Hingga pertengahan April, realisasi pengadaan jagung pipil kering telah mencapai 48.132 ton atau sekitar 48,1 persen dari target 100.000 ton.

Dalam pengadaan jagung, Bulog menggandeng Bhabinkamtibmas, kepolisian, serta penyuluh lapangan. Mengacu pada Inpres Nomor 3 Tahun 2026, HPP jagung pipil kering ditetapkan sebesar Rp 6.400 per kilogram untuk kadar air 14 persen di gudang Bulog, atau Rp 5.500 per kilogram untuk kadar air 18–20 persen di lokasi panen.

Langgeng menegaskan, penguatan stok beras dan jagung menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.

“Sinergisitas ini menjadi kunci. Dengan stok yang kuat, ketahanan pangan semakin kokoh dan petani tetap mendapatkan harga yang layak,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.