KabarBaik.co — Dunia otomotif di Jombang kembali menemukan denyutnya setelah vakum selama 13 tahun. Kebangkitan itu ditandai dengan digelarnya Rookie Drag Competition Kapolres Jombang Cup 2026, yang mendapat sambutan antusias dari ratusan pembalap dan ribuan penonton.
Ruas Jalan Dr. Soetomo, Jombang, Jawa Timur, yang biasanya menjadi jalur lalu lintas umum, pada Minggu (18/1) berubah menjadi arena adu cepat. Suara deru mesin dan sorak penonton mengiringi ajang drag bike yang lama dinantikan pecinta otomotif tersebut.
Sebanyak 180 pembalap dari berbagai daerah ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Sragen, Solo, Surakarta, hingga Klaten.
Ketua panitia penyelenggara Maulana Kusna Surindra mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya event tersebut. Menurut dia, ajang ini dapat digelar berkat dukungan penuh dari Polres Jombang dan Pemkab.
“Alhamdulillah, kami difasilitasi oleh Bapak Kapolres Jombang untuk menggelar kegiatan otomotif. Setelah 13 tahun vakum, akhirnya di tahun 2026 ini Jombang kembali punya event drag bike,” ujar Maulana.
Dalam kompetisi ini, panitia membuka 24 kelas perlombaan, mulai dari kategori pemula, kelas bracket, hingga kelas matic dan modifikasi. Total starter yang turun mencapai 545 starter, karena satu pembalap diperbolehkan mengikuti dua hingga tiga kelas.
Lintasan yang digunakan memiliki panjang sekitar 400 meter, dengan 201 meter sebagai lintasan penilaian dan sisanya difungsikan sebagai area pengereman demi keselamatan peserta.
Tak hanya pembalap, antusiasme penonton juga terbilang tinggi. Sejak pagi hari, area sekitar lintasan dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan langsung jalannya perlombaan.
“Karena pertimbangan keselamatan, jumlah penonton kami batasi sekitar 2.000 orang, meskipun kapasitas idealnya bisa mencapai 3.000. Bahkan siang hari masih banyak yang ingin masuk, tapi terpaksa kami tutup,” kata Maulana.
Event ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp 118 juta. Lebih dari sekadar ajang adu cepat, Maulana berharap kompetisi drag bike ini bisa menjadi solusi untuk menekan maraknya aksi balap liar di jalanan.
“Tujuan utama kami adalah mengurangi balap liar. Sudah ada wadah resmi yang disediakan oleh Polres Jombang dan Pemkab. Jadi, salurkan hobi di tempat yang tepat, bukan di jalan umum karena membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” tegasnya.
Ke depan, panitia berharap Rookie Drag Competition dapat digelar secara rutin setiap tahun, bahkan berkembang menjadi agenda latihan bersama bulanan bagi komunitas otomotif di Jombang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Jombang dan Pemkab Jombang atas dukungan dan fasilitasi yang luar biasa,” pungkas Maulana. (*)







