SGN-Polda Sumsel Perkuat Pengendalian Kebakaran Perkebunan Tebu di Ogan Ilir

oleh -72 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 25 at 9.19.32 AM
Petugas melakukan pemadaman api yang membakar lahan (Ist)

KabarBaik.co, Ogan Ilir — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat pengendalian kebakaran di area perkebunan tebu Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, melalui koordinasi dengan Polda Sumsel dan jajaran kepolisian setempat.

Sinergi tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas di kawasan perkebunan. Salah satunya melalui kerja sama Satgas Karhutla PT SGN dengan tim BKO Polsek Tanjung Batu dalam pengendalian kebakaran pada Senin (24/8).
Tim gabungan melakukan pemantauan kondisi area, penanganan titik api, serta sejumlah langkah pencegahan untuk memastikan api tidak merembet ke wilayah perkebunan lainnya.

Cluster Head Sumatera II PT Sinergi Gula Nusantara Andhiyan Yuwono mengatakan PG Cintamanis secara aktif menangani kejadian di lapangan dengan memperkuat koordinasi bersama Polda Sumsel dan pihak terkait.

“SGN terus melakukan langkah aktif dalam pengendalian kebakaran di area perkebunan tebu. Koordinasi bersama Polda Sumsel menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, terarah, dan terpadu,” ujar Andhiyan.

Menurut dia, kolaborasi antara Satgas Karhutla SGN dan tim BKO Polsek Tanjung Batu menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap potensi maupun kejadian kebakaran.

“Penanganan kebakaran membutuhkan kecepatan sekaligus kolaborasi antar pihak. Dengan adanya kerja sama ini, koordinasi dan respons terhadap kondisi di lapangan dapat diperkuat,” katanya.

Selain melakukan pengendalian, SGN juga mendukung proses penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran lahan. Sejumlah pihak yang diduga melakukan pembakaran telah dilaporkan kepada aparat berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

“Kami menyerahkan proses penanganan dugaan pembakaran kepada aparat penegak hukum. SGN mendukung langkah kepolisian untuk memastikan kejadian pembakaran lahan dapat ditangani sesuai aturan yang berlaku,” kata Andhiyan.

Ia menjelaskan kebakaran di perkebunan tebu tidak hanya berpotensi merusak tanaman dan aset perusahaan, tetapi juga dapat mengganggu ketersediaan bahan baku bagi pabrik gula.

Tebu yang terbakar, terlebih apabila dilakukan dengan sengaja, berpotensi mengurangi volume tanaman yang dapat dipanen. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi capaian produksi gula.

“Ketika tebu sengaja dibakar, potensi tebu yang dapat dipanen menjadi berkurang. Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak pada pabrik gula karena potensi produksi gula dapat turun dari taksasi atau target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Karena itu, Andhiyan menilai perlindungan tanaman tebu dari risiko kebakaran menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas perkebunan sekaligus keberlangsungan operasional pabrik gula.

Corporate Secretary PT Sinergi Gula Nusantara Yunianta menambahkan bahwa pengendalian dan pencegahan kebakaran merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan operasional perkebunan tebu dan pabrik gula.

“SGN berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani kebakaran di area perkebunan,” kata Yunianta.

Menurut dia, sinergi antarpihak diperlukan agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani sedini mungkin sehingga dampaknya terhadap tanaman, aset perusahaan, lingkungan, dan produksi gula dapat ditekan.

Yunianta juga menekankan pentingnya peran masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkebunan. Pencegahan kebakaran, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan kesiapsiagaan perusahaan dan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran bersama untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

“Pengendalian kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Kami mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan bersama-sama menjaga area perkebunan agar tetap aman dan produktif,” ujarnya.

Upaya tersebut, lanjut Yunianta, sejalan dengan komitmen SGN dalam menjaga keberlanjutan bisnis gula sekaligus mendukung pencapaian swasembada gula nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.