Siasat Hemat Petani Mabung Nganjuk, Tinggalkan Pertalite, Beralih ke Gas Melon demi Tekan Biaya Irigasi

oleh -65 Dilihat
Seorang petani di Desa Mabung, Kecamatan Baron, Nganjuk, menggunakan mesin pompa air persawahan yang telah dimodifikasi menggunakan bahan bakar gas LPG 3 kg.
Seorang petani di Desa Mabung, Kecamatan Baron, Nganjuk, menggunakan mesin pompa air persawahan yang telah dimodifikasi menggunakan bahan bakar gas LPG 3 kg.

KabarBaik.co, Nganjuk – Berbagai cara kreatif terus dilakukan oleh para petani di Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Demi menekan tingginya biaya produksi pengolahan lahan pertanian, mereka menerapkan inovasi sederhana namun berdampak besar. Memodifikasi mesin pompa air irigasi yang semula berbahan bakar minyak (BBM) menjadi berbahan bakar gas LPG 3 kilogram.

“Penggunaan tabung gas LPG 3 kg pada mesin konverter kit modifikasi ini terbukti jauh lebih hemat dan efisien untuk operasional irigasi dibandingkan harus mengandalkan BBM jenis Pertalite yang harganya terus membengkak,” ujar Salim, salah satu petani lokal, Selasa (11/8).

Langkah efisiensi ini menjadi angin segar bagi komoditas pertanian setempat. Pasalnya, proses pengairan merupakan salah satu komponen biaya terbesar selama masa tanam hingga perawatan.

Dengan beralih ke gas melon, pengeluaran harian para petani dapat dipangkas secara signifikan tanpa mengurangi performa mesin dalam mengaliri persawahan.

“Selain berfokus pada efisiensi biaya irigasi, kami juga sangat bergantung pada ketersediaan pupuk. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, kami membeli pupuk jenis Urea bersubsidi melalui kelompok tani setempat dengan harga Rp 110.000 per karung,” ungkap Misiran petani Desa Mabung lainnya, saat menjelaskan kondisi operasional pertanian mereka.

Terobosan modifikasi mesin diesel ke gas LPG 3 kg ini diharapkan dapat terus menjadi solusi alternatif yang berkelanjutan bagi para petani di Kabupaten Nganjuk. Sinergi antara inovasi mandiri dan jaminan pasokan pupuk yang terjangkau menjadi kunci penting agar produksi pangan daerah tetap terjaga.

“Dengan menekan biaya operasional sekecil mungkin, kami sangat optimistis dapat menghadapi tantangan tingginya biaya produksi sekaligus menjaga hasil panen tetap maksimal,” pungkas Misiran menutup perbincangan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.